Connect with us

Berita Utama

Presiden Biden Perintahkan Serangan Udara Pertama di Suriah

Published

on

Presiden Biden perintahkan serangan udara pertama di Suriah.

Presiden Biden perintahkan serangan udara pertama di Suriah/Foto: Times of Israel

NUSANTARANEWS.CO, Damaskus – Presiden Biden perintahkan serangan udara pertama di Suriah. Pada hari Kamis (25/2) Amerika Serikat (AS) meluncurkan tujuh rudal presisi dengan menggunakan dua jet tempur F-15 di sepanjang wilayah perbatasan antara kota Boukamal di Suriah dan kota Qaim di Irak. Serangan tersebut dilaporkan menghancurkan beberapa fasilitas yang diklaim Washington sebagai fasilitas milisi yang didukung Iran.

Washington menyebnut serangan itu sebagai “tanggapan militer yang proporsional” terhadap serangan baru-baru ini yang ditujukan pada personel AS di Irak. AS telah menuding bahwa Kataib Hezbollah dan Kataib Sayyid al-Shuhada tanpa bukti sebagai pelaku serangan roket yang menargetkan aset AS di Irak.

Sekretaris Pers Pentagon John Kirby mengatakan bahwa serangan itu adalah untuk menghukum milisi bukan untuk meningkatkan ketegangan dengan Iran – di mana AS sedang berusaha memperbarui pembicaraan mengenai kesepakatan nuklir yang ditinggalkan oleh mantan Presiden Donald Trump, lapor New York Times.

Pemerintah Suriah langsung mengecam serangan Washington sebagai “agresi pengecut” yang hanya semakin meningkatkan ketegangan di kawasan regional. “Ini adalah pertanda buruk mengenai kebijakan pemerintahan AS yang baru, yang harus mematuhi norma internasional,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Teheran juga mengecam serangan udara AS di Suriah baru-baru ini sebagai agresi dan pelanggaran hukum internasional, kata Kementerian Luar Negeri Iran dalam sebuah pernyataan pada hari Jum’at (26/2).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh menyebut bahwa AS menyerang Suriah sebagai kelanjutan dari agresi Israel yang terus-menerus. Khatibzadeh menggarisbawahi bahwa serangan kemarin selain melanggar kedaulatan dan integritas wilayah Suriah juga dan akan meningkatkan destabilisasi yang akan mengguncang Timur Tengah.

Baca Juga:  Rommy Ajak Pelajar Menjaga dan Mengamalkan Pancasila

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengkritik serangan itu, menekankan bahwa pasukan AS tidak diizinkan secara hukum untuk ditempatkan di Suriah karena melanggar ‘semua norma hukum internasional, termasuk Resolusi Dewan Keamanan tentang rekonsiliasi di Republik Arab Suriah..

Sementara Pentagon mengatakan bahwa operasi terbarunya adalah sebagai pesan yang jelas dan sengaja dilakukan untuk menurunkan situasi keseluruhan di Suriah timur dan Irak, katanya.

Pentagon juga menegaskan bahwa Presiden Biden bertindak sebagai langkah untuk melindungi personel Amerika dan Koalisi di kawasan. (AS)

Loading...

Terpopuler