Connect with us

Mancanegara

Presiden Assad Memuji Trump Sebagai Presiden Amerika Terbaik?

Published

on

Presiden Assad Memuji Trump

Presiden Assad Memuji Trump/Foto: haaretz

NUSANTARANEWS.CO – Presiden Assad memuji Trump sebagai Presiden Amerika terbaik. Strategi baru Amerika Serikat (AS) untuk menciptakan kekacauan di Suriah ternyata hanya untuk kepentingan menguasai minyak. Jelas sudah bahwa retorika perang melawan terorisme hanyalah kamuflase untuk menutupi tujuan sebenarnya. Pentagon menggambarkan kebijakan itu sebagai upaya untuk “melindungi” minyak Suriah. Dengan kata lain, “AS berupaya menjarah sumber daya alam Suriah.”

Presiden Trump sendiri menegaskan bahwa keberadaan pasukan AS di Suriah adalah untuk mengamankan ladang minyak dan bila perlu berperang untuk itu. Trump juga mengatakan AS harus dapat menguasai minyak Suriah dengan menggunakan tangan ExxonMobil atau salah satu perusahaan minyak besar AS untuk melakukannya.

Minat Trump yang tiba-tiba terhadap minyak Suriah terdengar sedikit aneh setelah berulangkali berjanji untuk menarik pasukan Amerika dari “perang tanpa akhir” di Timur Tengah. Bahkan Presiden Trump sekarang siap melakukan perang baru, jika perlu, atas minyak Suriah. Presiden Trump tampaknya kembali kepada kebijakan kepentingan tradisional AS di kawasan: Minyak.

Sejalan dengan strategi kekacauan tersebut terutama untuk mempertahankan kepentingannya di Timur Tengah. AS jelas tidak menginginkan terjadinya reunifikasi kedaulatan teritorial Suriah sehingga Presiden Bashar al Assad dapat mewujudkan visi “Four Seas Strategy” Suriah – membangun Suriah sebagai kekuatan aliansi energi baru di Timur Tengah.

Dengan tetap menguasai ladang minyak utama Suriah, AS dapat menggagalkan upaya pemulihan dan rekonstruksi ekonomi Suriah. AS tampaknya akan fokus kearah ini. Sambil menyelam minum air, mendapatkan profit sekaligus menghancurkan Suriah. Inilah seni kejahatan AS yang sudah mendunia sejak berakhirnya Perang Dunia Kedua.

Loading...

Dalam KTT NATO di Brussel baru-baru ini, Menteri Pertahanan AS Mark Thomas Esper mengkonfirmasi bahwa AS telah mengirim sejumlah pasukan tambahan dan material yang tidak terbatas untuk “menjaga ladang minyak” – bahkan Esper menambahkan bala bantuan “akan terus berlanjut sampai kami yakin memiliki cukup kapabilitas untuk menjaga ladang minyak selama yang kita inginkan,” tegas Esper.

Baca Juga:  Bawa Bola dan Boneka Pikachu, KPP Ingin KPK Bersihkan Mafia Peradilan

Boleh jadi pernyataan Esper juga sebagai pesan yang jelas dari Pentagon untuk Rusia dan Suriah dan siapapun yang ingin menguasai ladang minyak di Suriah akan berhadapan dengan pasukan AS.

Menariknya, dalam sebuah wawancara dengan dua stasiun TV: al-Sourya dan al-Ikhbarya TV Presiden Assad justru memuji Presiden Trump sebagai Presiden terbaik AS.

“Anda mungkin bertanya kepada saya dan saya akan memberi Anda jawaban yang mungkin terdengar aneh. Saya mengatakan bahwa dia adalah Presiden Amerika terbaik, bukan karena kebijakannya baik, tetapi karena dia adalah presiden yang paling transparan. Semua presiden Amerika melakukan semua jenis kekejaman politik dan semua kejahatan, namun tetap memenangkan Hadiah Nobel dan memproyeksikan diri sebagai pembela hak asasi manusia dan nilai-nilai Amerika yang mulia dan unik, atau nilai-nilai Barat secara umum. Kenyataannya adalah bahwa mereka adalah sekelompok penjahat yang mewakili kepentingan lobi-lobi Amerika, yaitu perusahaan-perusahaan minyak, industri senjata, dan lainnya. Trump berbicara secara transparan, mengatakan bahwa yang kita inginkan adalah minyak. Ini adalah realitas kebijakan Amerika, setidaknya sejak PD II. Kami ingin menyingkirkan orang ini dan itu atau kami ingin menawarkan layanan dengan imbalan uang. Inilah realitas kebijakan Amerika. Apa yang lebih kita butuhkan daripada lawan yang transparan?” (Agus Setiawan)

Loading...

Terpopuler