Penutupan Rapimnas Partai Golkar 25 Januari 2016 / Foto Nusantaranews via antara
Penutupan Rapimnas Partai Golkar 25 Januari 2016 / Foto Nusantaranews via antara

NusantaraNews.co, Jakarta – Hembusan akan adanya Pra Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) partai berlambang pohon beringin – Partai Golkar semakin kencang. Kali ini kabar itu berhembus dario salah satu rumah organisasi kepemudaan sayap Partai Golkar, GMPG (Generasi Muda Partai Golkar).

Anggota GMPG Syamsul Rizal memprediksikan pra munas dimulai pada bulan desember 2017 ,jika tidak maka kondisi partai golkar akan makin terpuruk.

“Apalagi sekarang lahirnya beberapa parpol baru, dimana kadernya dari pucuk ketua umum sampai jajaran paling bawah sebahagian besar adalah kader Golkar,” kata Syamsul dalam satu pernyataan pers yang ditulis Selasa (14/11/2017).

Menurut dia, ada logika terbalik dalam menyikapi kondisi yang melanda Golkar saat ini. Yakni kasus e-KTP yang melibatkan Ketua Umum Partau Golkar Setya Novanto. Hal tersebut, kata Syamsul, berakibat menghacurkan kredibilitas Golkar.

“Bukan sebaliknya bahwa Kepemimpinan Novanto dapat menyelamatkan atau membesarkan Partai Golkar,” tegasnya.

“Oleh karenanya langkah Menuju Munas sebagai solusi mengembalikan kejayaan Golkar, pada bulan desember 2017 pra Munas segera didorong menuju Munas pada Februari agar cita-cita PG (Partai Golkar, -red) untuk 2019 baik Pileg maupun Pilpres kembali sebagai pemenang pemilu dapat terwujud,” tambah Syamsul.

Tak hanya itu, Syamsul juga meminta agar Setnov berjiwa kesatria dengan legowo dan mudur. Sebab, bagi Syamsul, kasus e-KTP merupakan akibat dari perbuatan individu bukan Institusi.

“Jika Pak Novanto belum menyatakan mundur maka selama itu juga Partai Golkar namanya akan terus terseret dan pastinya rakyat akan menganggap golkar secara institusi sebagai Partai Korup sementara yang korup adalah oknum bukan insttitusi.

Pewarta/Editor: Ach. Sulaiman

Komentar