Connect with us

Politik

PPP Kecam PSI Soal Penolakan Perda Syariah

Published

on

perda syariah, ppp, ppp jatim, psi, grace natalia, aturan agama, norma agama, nusantaranews, nusantara, nusantara news, nusantaranewsco

Ketua DPW PPP Jatim Musyafak Noer. (Foto: NUSANTARANEWS.CO/Setya N)

NUSANTARANEWS.CO, SurabayaPartai Persatuan Pembangunan (PPP) mengecam atas penolakan Perda Syariah yang dilakukan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Menurut partai berlambang Ka’bah, Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi agama dan mayoritas penduduk Indonesia adalah beragama.

Warga Indonesia semuanya beragama sehingga semua tindak-tanduknya harus sesuai dengan norma yang berlaku termasuk aturan-aturan di mana di dalamnya juga diatur dalam agama yang diakui oleh pemerintah,” kata Ketua DPW PPP Jatim Musyafak Noer saat dikonfirmasi di Surabaya, Senin (19/11/2018).

Musyafak Noer mengatakan kehidupan manusia juga tak bisa lepas dari norma-norma agama yang mengikat dalam sehari-harinya.

”Jadi, kami mendorong agar seluruh peraturan yang ada mulai tingkat nasional hingga daerah harus berlandaskan agama, misalnya Perda Syariah,” jelasnya.

Musyafak menambahkan jika ada partai yang menolak keberadaan peraturan yang berlandaskan agama, maka patut dipertanyakan agamanya para pengurus partai tersebut.

Loading...

”Dan tentunya kami mengecam mereka yang menolak peraturan yang berbasis agama,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketum PSI Grace Natalia melontarkan penolakan perda Syariah di Indonesia. Alasannya Perda Syariah dinilai PSI rawan dimanfaatkan sebagai alat politik.

Bagi PSI, bila negara menerapkan Perda Syariah, aturan agama tertentu akan mengatur harkat hidup masyarakat luas.

Grace menganggap aturan yang akan berlaku lantas dikhawatirkan bakal memicu konflik. Rawannya konflik agama yang diungkapkan ini didukung oleh fakta yang ada. Grace menyebut, menurut hasil komparasi beberapa lembaga survei, semisal Lingkaran Survei Indonesia (LSI), hampir 6 dari 10 orang Indonesia tidak bersedia memilih orang dengan keyakinan yang berbeda. Munculnya survei ini, kata dia, tampak mencemaskan.

Baca Juga:  Mudahkan Data Peserta Didik, NIK dan NISN di Kaltara akan Diintegrasikan

Pewarta: Setya N
Editor: Banyu Asqalani

Loading...

Terpopuler