Connect with us

Hukum

Poyuono: Bowo Pangarso Sebenarnya Orang Baik dan Bersih

Published

on

bupati boyolali, tampang boyolali, pidato prabowo, sikap emosional, bupati arogan, kekayaan boyolali, masyarakat boyolali, kesejahteraan boyolali, arief poyuono, nusantaranews, nusantara, nusantara news, candaan prabowo

Wakil Ketua DPP Gerindra Arief Poyuono. (Foto: detikcom)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Politisi Partai Gerindra, Arief Poyuono menuturkan Bowo Pangarso sebenarnya orang baik dan bersih. Tapi, nasib sial menimpa dirinya usai dicokok KPK karena terjerat kasus suap terkai amplop ‘serangan fajar‘.

Pria bernama lengkap Bowo Sidik Pangarso itu kini sudah berada di tangan KPK dan menjalani proses hukum.

“Dari awal saya udah katakan kalau mas Bowo Pangarso itu orang baik dan bersih. Dia hanyalah suruhan seorang menteri untuk kumpulkan amplop putih cap jempol (serangan fajar -red),” kata Poyuono dikutip dari keterangannya, Jakarta, Jumat (12/4/2019).

“Sampai TKN memfitnah saya kalau saya sengaja menghembuskan isu amplop putih cap jempol yang mau digunakan untuk serangan fajar di Jawa Tengah untuk suap masyarakat Jawa Tengah dengan harga 20 ribu perak dan 50 ribu perak agar memilih kangmas Joko Widodo-Ma’ruf Amin,” tuturnya.

TKN Jokowi-Ma’ruf Amin sebelumnya mengingatkan Poyuono untuk tidak mengaitkan perkara Bowo Pangarso dengan politik. Bahkan, TKN menyebut tudingan Poyuono mengarah ke fitnah dan adu domba.

“Nah siapa yang tukang hoaks, saya apa TKN yang coba ngeles dalam kasus amplop putih cap jempol,” imbuh Poyuono.

Dia khawatir jika kemudian hari menteri dan NW yang diakui Bowo itu menjadi tersangka, TKN kemudian mengklaim hal tersebut atas perintah Presiden Jokowi seperti klaim yang sempat disampaikan usai Ketum PPP Romahurmuziy digaruk lembaga anti rasuah.

“Nah sekarang kalau yang memerintahkan Bowo Pangarso adalah menteri dan NW, nanti menteri dan NW jadi tersangka maka ngoceh kalau yang nyuruh program serangan fajar dengan amplop putih cap jempol yang diisi uang haram alias dari korupsi itu diduga perintahnya datang dari Presiden Joko Widodo,” ujar Poyuono.

Baca Juga:  Memahami Wawasan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa

Namun begitu, tambah dia, hal yang paling penting saat ini ialah KPK segera memeriksa nama-nama yang disebutkan Bowo dalam kesaksiannya. “Yang penting KPK sekarang harus periksa NW dulu secepatnya supaya barang ini enggak amblas ke dalam peti es,” pungkasnya.

(eda)

Editor: Eriec Dieda

Terpopuler