Terbaru

Potensi Ekonomi Besar, Menatap Pembangunan Indonesia Abad 21

potensi ekonomi besar, ekonomi indonesia, potensi ekonomi indonesia, pembangunan abad 21, indonesia abad 21, globalisasi abad 21, kelas menengah indonesia, kelas konsumsi indonesia, pembangunan ekonomi indonesia, nusantaranews
(Foto: Ilustrasi/iStock)

NUSANTARANEWS.CO – Dewasa ini Indonesia telah dimasukkan ke sebuah kelompok negara-negara maju yang tergabung dalam G20. Sebuah kelompok negara-negara yang dianggap memiliki potensi ekonomi besar. Apalagi, G20 saat ini menguasai hampir 80 persen ekonomi dunia.

Jadi, tak mengherankan bila IMF memprediksi bahwa pada 2020 PDB Indonesia akan masuk urutan 10 besar dunia dengan kisaran angka 3.200 miliar dolar AS. Jika konsistensi pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata mencapai 6 persen per tahun, maka PDB Indonesia pada 2050 akan menyalip Jerman, Rusia, Peracnsi, Inggris dan bahkan Jepang.

Baca juga: Membaca Ulang Ekonomi Indonesia Mutakhir

Menurut Dr. Gerard Lyons, Chief Economist and Group of Global Research Stanchart, akan terjadi sebuah super-cycle dalam pertumbuhan ekonomi global. Sebab, dinamika pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang di kawasan Asia dan Amerika Latin telah diprediksi jauh sebelumnya oleh beberapa lembaga keuangan dunia, termasuk IMF. Goldman Sachs Group misalnya, memperkenalkan empat negara calon kekuatan ekonomi baru dunia pada 2020 dengan sebutan BRIC; Brazil, Rusia, India dan China.

Baca Juga:  Terancam Diserang Bencana Hidrometeorologi, Jatim Butuh Dana Segar Untuk Bencana

BRIC diprediksi akan menjadi kekuatan ekonomi dominan abad 21, terutama China dan India yang akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2050, sekaligus menjadi rival dari G7.

Selain BRIC, Goldman Sachs Group juga membuat istilah baru yakni NEXT 11, yang mencakup Indonesia, Turki, Korea Selatan, Meksiko, Iran, Nigeria, Mesir, Filipina, Pakistan, Vietnam dan Bangladesh. The Economist bahkan menempatkan Indonesia sebagai calon kekuatan ekonomi baru di luar BRIC bersama Kolumbia, Vietnam, Mesir, Turki dan Afrika Selatan disingkat (CIVETS) pada 2030.

Baca juga: Memperkuat Ketahanan Pangan dan Energi Indonesia

Dengan konsistensi pertumbuhan ekonomi 6 persen per tahun, Indonesia memang memiliki potensi untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi besar dunia pada masa mendatang.

Berdasarkan analisis statistik, Indonesia dewasa ini ditopang oleh 40 juta penduduk kelas konsumsi yang akan meningkat menjadi 200 juta orang pada 2045. Menurut Bappenas, tingginya angka kelas menengah itu disebabkan oleh perbaikan pendapatan per kapita yang diprediksi naik dari US$3.378 menjadi US$19.794. Sedangkan menurut Kementerian Perdagangan, Indonesia memiliki postor kelas konsumsi mencapai 135 juta orang pada 2030.

Baca Juga:  DPRD Nunukan Terima Pengujuk Rasa Yang Protes Pembongkaran Pondasi Rumput Laut

Di samping itu, peringkat Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia di dunia dinilai akan naik dari peringkat 16 menjadi peringkat 8 pada 2045.

Baca juga: Perspektif Gelombang Globalisasi Pertama

Sedangkan peluang pasar di Indonesia juga meningkat yang mencapai 1,8 triliun dolar AS atau sekitar Rp 23,562 triliun (kurs 13,090) pada sektor jasa, pertanian, perikanan, pendidikan, dan sumber-sumber daya alam.

Jadi, tidak mengherankan bila Jim O’neill, mantan eksekutif Goladman Sachs menyebut Indonesia sebagai gelombang baru ekonomi yang tengah bangkit dengan akronim MINT; Meksiko, Indonesia, Nigeria dan Turki. Dan pada 2045, ekonomi MINT berpotensi besar mengimbangi BRIC. (red/gnd/nn)

Editor: Gendon Wibosno & Eriec Dieda

Related Posts

No Content Available