Connect with us

Politik

Poros Prabowo-Megawati Diprediksi Bakal Segera Terwujud, Koalisi Pemerintah Mungkin Terpecah

Published

on

pertemuan, arief poyuono, prabowo-megawati, cipika-cipiki, nusantaranews

Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri mengadakan pertemuan di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (24/7). (Foto: Achmad Sulaiman/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Kehadiran Prabowo Subianto di Kongres PDIP dinilai akan memberikan warna baru dalam politik Indonesia. Kehadiran Prabowo ini dianggap sebagai sebuah kelanjutan dari pertemuan Prabowo Jokowi dan diperdalam antara Pranowo Megawati.

“Konsolidasi partai-partai pendukung Jokowi yang dimotori Surya Paloh telah melakukan pertemuan tanpa dihadiri PDIP beberapa waktu lalu semakin menguatkan akan kemungkinan perpecahan dalam tubuh koalisi pendukung pemerintah ini,” ujar pengamat politik dari IDM, Bin Firman Tresnadi di Jakarta, Jumat (9/8/2019)

‌Firman berpendapat, tanda-tanda ini sebetulnya telah terlihat dimana terjadinya pertentangan antara PDIP dengan Nasdem yang mempersoalkan posisi Jaksa Agung. PDIP ingin Jaksa Agung diisi oleh orang- orang dari internal kejaksaan sendiri. Sedangkan Nasdem, yang telah ‘diuntungkan’ oleh kadernya yang menjabat Jaksa Agung tentu saja tak ingin melepaskan begitu saja.

“Kita pun mahfum salah satu sebab terdongkraknya suara Nasdem pada Pileg lalu karena posisi kadernya yang sangat strategis ini,” paparnya.

Kedekatan Prabowo dan Megawati dianggapnya bukanlah hal yang baru. Pasalnya, mereka pernah bersama-sama menjadi pasangan Capres Cawapres pada pemilu 2009. Begitu juga dalam Pilkada DKI 2012 yang berhasilkan mengorbitkan pasangan Jokowi Ahok.

Loading...

“Jika dilihat dari historis tersebut, sangat terbuka sekali akan ada kerjasama antara PDIP Gerindra. Tentu saja, dalam jangka pendek kerjasama tersebut akan berupa pembagian kursi menteri ke Gerindra ataupun posisi ketua MPR yang memang sangat diinginkan Prabowo. Tanda-tanda itu terlihat dalam pidato Mega dalam pembukaan Kongres PDIP ini, dimana Mega menyentil Golkar dan PPP tentabf UU MD3,” terang Direktur Eksekutif IDM ini.

Baca Juga:  Helikopter M-17 TNI-AD Jatuh, Prajurit Doa Bersama

Tapi, lanjut dia, dalam jangka panjang (2024), Mega tentu saja berpikir untuk mengamankan kemenangan hattrick PDIP juga jalan bagi Puan untuk menjadi Capres atau Cawapres.

Karena, jika Mega mempertahankan koalisi yg saat ini, jalan bagi Puan tentu tak akan mudah.

“Karena, manuver Surya Paloh dengan Anis Baswedannya tentu saja akan mengancam posisi Puan. Berbeda jika PDIP bekerjasama dengan Gerindra, tentu kursi Cawapres sudah ditangan Puan,” jelas Firman. (eda)

Editor: Achmad S.

Loading...

Terpopuler