Polri Impor Senjata, Pengamat: Mengapa Barangnya Mengarah ke Cengkareng?

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pengamat Intelijen dan Militer, Connie Rahakundini Bakrie, berpendapat, seharusnya 280 pucuk senjata jenis SAGL kaliber 40mm dan amunisi granatnya sebanyak 5.932 butir milik Polri untuk Brimob masuk lewat Bandara Halim Perdanakusuma dan bukan Bandara Soekarno Hatta (Soetta). Connie smempertanyakan kenapa senjata tersebut masuk melalui bandara Soetta.

“Mengapa barang tersebut mengarah ke Cengkareng, karena setahuku, tidak pernah boleh diizinkan sebuah cargo membawa barang seperti itu masuk wilayah bandara sipil, tapi harus ke Air Force Base dalam hal ini Halim‎,” ujar dia ketika dihubungi, Minggu (1/10).

Seperti diwartakan, Polri kedapatan mengimpor senjata api jenis SAGL dari Bulgaria pada Jumat 29 September 2017, sekitar pukul 23.30 WIB.

Senjata diimpor PT Mustika Duta Mas dengan menggunakan pesawat carter model Antonov AN-12 TB dengan Maskapai Ukraine Air Alliance UKL-4024 dan akan didistribusikan ke Korps Brimob Polri.

Connie beralasan demikian, karena saat ada pesawat memasuki wilayah udara nasional s‎ebuah negara, maka harus ada clearance dari negara tujuan dan itu tidak bisa dilakukan secara mendadak, apalagi cargo tersebut berisi bahan berbahaya seperti senjata dan lainnya yang beresiko meledak.

“Maka jelas, masuknya barang ini legal dan telah melalui proses air clearance. Jadi sudah diketahui otoritas pemberi air clearance kita, yaitu Kemlu (Kementerian Luar Negeri), Kemenhub (Kementerian Perhubungan) dan Mabes TNI,” kata dia.

“Barang ini pengadaannya sudah melalui lelang umum serta sesuai APBN-P 2017‎. Keberadan materiil senjata yang datang dan berada di Gudang Bandara Soetta, kalau ingin dianalisa secara jujur, tentu sangat rawan dan berbahaya, baik secara politik maupun kelembagaan,” tutur dia.

Reporter: Ricard Andhika / Editor: Ach. Sulaiman

Baca Juga:  Peringati Maulid Nabi, Kodim 0824 Jember Gandeng PP Nurul Qurnain Adakan Khitanan Massal