Berita UtamaFeaturedHankamPeristiwa

Polri Akui Senjata-Senjata Berat di Bandara Soetta Miliknya

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Jelang Sabtu dini hari tepatnya Jumat tanggal 29 September 2017 Pukul 23.30 WIB, Gudang UNEX Area Kargo Bandara Soekarno Hatta dihebohkan kabar datangnya senjata-senjata berat impor menggunakan maskapai Ukraine Air Alliance dengan nomor penerbangan UKL 4024. Selang beberapa jam kemudian muncul pesan berantai ihwal desas desus senjata SAGL yang merupakan senjata peluncur granat tersebut.

Berbagai tanggapan pro-kontra mengenai senjata berat di Bandara Soetta itupun akhirnya terkuak. Setelah Polri pada Sabtu, 30 September 2017 sekitar jam 19.00 WIB menggelar konferensi pers. Polri akhirnya mengakui bahwa senjata-senjata berat jenis SAGL itu adalah pihaknya yang mengimpor. Pengadaannya sudah melalui proses anggaran yang sah. Namun, perijinannya masih diurus kepada TNI.

“Barang yang ada dalam Bandara Soetta yang dinyatakan dimaksud rekan-rekan senjata adalah betul milik Polri dan barang yang sah,” ungkap Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (30/9/2017).

Baca Juga:  13 Bulan Menjabat Kapolres Tuban, Hari ini AKBP Darman Resmi digantikan AKBP Rahman

Dirinya mengaku, pengadaan senjata jenis Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) Kaliber 40×46 mm sebanyak 280 pucuk dan 6.000 butir peluru sudah melalui prosedur yang sah. Ia juga mengakui masuknya senjata itu membutukan ijin dari TNI.

“Semua sudah sesuai prosedur, mulai dari perencaan, proses lelang dan kemudian proses berikutnya sampai kemudian di-review pengadaan dan pembeliannya oleh pihak ke-4 dan proses masuk ke Indonesia,” jelasnya.

Baca:
Polri Diduga Impor Senjata, Ini Bukti-buktinya
Mengenal Senjata 40x46mm SAGL
Tedjo Edhie: Panglima TNI Tak Mungkin Bicara Ngawur Soal Pembelian 5000 Pucuk Senjata

Semula muncul isu mengenai rencana Polri yang hendak mengadakan senjata-senjata berat. Ini menyusul kabar tentang rencana impor 2.000 senjata. Namun pihak Polri menepis dan memberikan klarifikasi bahwa yang hendak dibeli adalah pistol jenis MAG 4 sebanyak 5.000 dari Pindad saja.

Tak beselang lama kemudian, Rabu, 27 September 2017, saat ditanya wartawan tekait 15.000 senjata api sisanya, pihak Polri belum tahu persis dan tidak bisa memastikan. “Belum diputuskan dari mana (impornya),” ujar Setyo Wasisto di Senayan, Jakarta, Rabu (27/9/2017).

Baca Juga:  Rudal Presisi Hizbullah Dapat Capai Semua Target di Israel

Mengenai senjata-senjata api tersebut, Polri mengaku bahwa senjata-senjata api itu untuk Polantas dan Shabara. Namun pihak Polri kembali mengklarifikasi Sabtu, (30/9/2017) bahwa senjata-senjata itu diperuntukan untuk Korps Brimob, menyusul datangnya senjata-senjata berat di Bandara Soetta pada Jum’at (29/9/2017).

Baca:
Polri Dipersenjatai Serupa TNI, IPW: Itu Salah Kaprah
Brimob Dipersenjatai Rudal Anti Tank, Untuk Siapa?
IPW: Polri Harus Transparan Soal 280 Senjata dan Sekitar 6 Ribu Butir Peluru di Bandara Soetta

Sementara itu, adapun Kargo di Bandara Soetta yang berisi senjata berat tersebut antara lain; (1) sebanyak 280 pucuk senjata Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) kaliber 40 x 46mm. Senjata itu dikemas dalam 28 kotak (10 pucuk/kotak), dengan berat total 2.212 kg. (2) Amunisi RLV-HEFJ kaliber 40x 46mm, yang dikemas dalam 70 boks (84 butir/boks) dan 1 boks (52 butir). Totalnya mencapai 5.932 butir (71 boks) dengan berat 2.829 kg. Kedua jenis senjata itu merupakan jenis sentara berar standar milik militer.

Baca Juga:  Bupati Baddrut Tamam, Ajak Para Kades Kuatkan Ekonomi Desa

Pewarta/Editor: Romandhon

Related Posts

1 of 2.032