Connect with us

Politik

Politisi PDIP Nilai Pemindahan Ibu Kota Negara Langkah Tepat

Published

on

asn, aparatur sipil negara, dedy sitorus, asn nunukan, caleg nunukan, kaltara, nusantaranews

Politisi PDIP yang juga Wakil Direktur Relawan Jokowi-Maruf Amin Deddy Sitorus saat diwawancarai Reporter NUSANTARANEWS.CO di Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (4/2/2019). (Foto: NUSANTARANEWS.CO/Eddy Santri)

NUSANTARANEWS.CO, Nunukan – Anggota DPR RI terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Utara, Deddy Sitorus menilai langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan memindahkan Ibu Kota dari Jakarta ke wilayah Kalimantan merupakan keputusan yang tepat. Ada beberapa alasan menurutnya yang mengharuskan Ibu Kota tak lagi di Jakarta.

“Secara ekologis, Jakarta sudah tidak kuat menanggung beban. Biaya penanganan dan pemulihannya akan lebih besar dari 500 triliun dalam 5-10 tahun mendatang,” tutur Deddy, Senin (26/8/2019).

Selain itu, konflik dari hulu (musnahnya kawasan puncak dan lahan pertanian di dataran Bogor) akan menghasilkan tidak saja kerusakan lingkungan tetapi juga disparitas yang semakin tinggi karena kebutuhan akan tanah. Daerah pesisir akan terus terkikis akibat kebutuhan ruang yang semakin besar. Kerusakan ekosistem pesisir dan laut tidak terhindarkan dan bersampak bagi nelayan.

“Penurunan permukaan tanah, abrasi, sampah, banjir adalah dampak-dampak langsung yang dalam jangka panjang berpotensi kerugian dalam skala besar,” ujar pria yang juga menjadi juru debat TKN tersebut.

Alasan selanjutnya terkait Jakarta yang tak bisa lagi menjadi Ibu Kota adalah adanya konflik sosiologis mudah timbul karena kesenjangan, beban psikologis dan dampak kesehatan manusia. Ruang publik sangat terbatas dan saling bertindih, waktu produktif banyak terbuang percuma.

Loading...

“Lihatlah betapa mudahnya orang marah di jakarta, betapa mudah terjadi gesekan dan benturan,” ungkap caleg peraih suara terbanyak se-Kaltara tersebut.

Politisi PDI Perjuangan itu juga menilai konflik politik sangat intens di Jakarta sehingga berdampak terhadap ekonomi. Demo sehari saja, ungkap Deddy, bisa menimbulkan kerugian besar secara material dan immaterial.

Baca Juga:  Semua Kekuatan Dikerahkan, TKN Ingin Jokowi-Ma'ruf Amin Menang Total

“Selain itu terlalu banyaknya getho menyulitkan aparat melakukan social engeneering, ledakan bisa terjadi setiap saat,” katanya.

Maka apabila melihat dari hal-hal tersebut, Deddy menegaskan bahwa alasan pemindahan Jakarta tidak bisa dilihat dari sisi historis, tekhnokratis dan ekonomi belaka. Selain itu, pemindahan Ibu Kota kewilayah lain terutama Kalimantan, menurut Deddy adalah hal yang memungkinkan untuk membangun sesuatu yang baru dengan wajah ke-Indonesiaan seutuhnya.

Its about changing the dynamic, building a new public sphere yang lebih netral. Juga memungkinkan kita membangun sesuatu yang baru dengan wajah ke-Indonesiaan seutuhnya, bukan tambal sulam seperti sekarang ini,” pungkas pria yang terkenal dekat dengan Presiden Joko Widodo tersebut.

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo telah menyatakan perpindahan Ibu Kota Negara Republik Indonesia dari Jakarta. Kendati tak menyebut tempat secara spesifik, namun Jokowi telah mengungkan bahwa Kalimantan adalah tujuan dari perpindahan Ibu Kota nantinnya.

Pewarta: Eddy Santri
Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler