Connect with us

Hukum

Politisi PDIP: Kasus e-KTP Jangan Sampai Menciderai Hak Konstitusional

Published

on

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Mantan Ketua DPR RI, Marzuki Ali mengaku sangat prihatin dengan kabar terakhir kasus korupsi proyek e-KTP yang melibatkan hampir seluruh anggota DPR Komisi II. Terlebih ketika namanya disebut-sebut oleh terdakwa, Irman dan Andi Narogong Karena dianggap menerima aliran dana haram.

Marzuki Ali mengaku bahwa selama dirinya menjabat sebagai ketua DPR, ia tidak pernah main proyek dan politik anggaran dengan pemerintah. “Silahkan tanya pada teman-teman yang ada di banggar dan di perintah, apakah pernah Marzuki Ali minta-minta proyek?” kata dia, Sabtu (11/3/2017) di Jakarta pusat.

Mantan Ketua DPR itu berpesan pada teman-teman yang saat ini menjadi pelayan rakyat untuk menyudahi semua bentuk tindakan menyimpang dan menyengsarakan rakyat. Sebagai perwakilan dari rakyat, semua DPR harus memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan memperjuangkan kepentingan pribadi.

Marzuki Ali mengingatkan pada Presiden agar disampaikan kepada para menteri-menteri tidak pernah melobi anggota DPR terkait dengan Anggaran. “Presiden harus mengingatkan pada menteri gak usah lobi-lobi anggaran pada DPR. Gak usah dikasih-kasih proyek ke DPR,” sambung dia.

Sementara itu, pengacara terdakwa Irman dan Andi Narogong, waldus Situmorang, menyatakan, setelah mencermati proses hukum yang berjalan, dirinya mengajak untuk mengawal agar semuanya menjadi terang. Persidangan yang akan membuktikan nama-nama yang disebut dalam dakwaan, benar-benar terlibat atau tidak. Ia berharap bahwa kasus ini menjadi pembelajaran dan kedepan jangan ada main-main politik anggaran.

Begitupun dengan anggota DPR RI Komisi II Arteria Dahlan berharap kasus ini bisa diselesaikan dengan tuntas dan bisa membuat puas rakyat. “Saya berharap kasus ini tidak mencederai hak-hak konstitusional warga negara, karena itu merupakan bagian kontrak antara rakyat dengan negara,” ujarnya.

Baca Juga:  Miliki Peran Penting, Polri Canangkan Gerakan Nasional 'Saya Perempuan Anti Korupsi'

Reporter: Ucok Al Ayubbi

Loading...

Terpopuler