Connect with us

Politik

Politisasi Pidato Prabowo Dinilai Akibat Kepanikan Kubu Jokowi

Published

on

the new prabowo, prabowo subianto, sandiaga uno, relawan sandiaga uno, prabowo-sandi, nusantaranews

Koordinator Prabowo-Sandi Digital Team Anthony Leong. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Tim sukses Prabowo-Sandi menilai pidato Prabowo Subianto di Boyolali, Jawa Tengah dipolitisi kubu Jokowi.

“Harus dilihat secara utuh videonya (pidato Prabowo -red),” ujar Anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Anthony Leong dikutip dari keterangan tertulisnya, Jakarta (5/11/2018).

Baca juga: Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin Terjun Bebas, Prabowo-Sandi Naik Signifikan

Menurut Leong, pernyataan Prabowo dipolitisasi oleh kubu Joko Widodo-Mar’uf Amin karena ada bentuk kepanikan sehingga mempolitisasi dan memotong video yang terkesan menyudutkan kubu Prabowo.

“Bentuk kepanikan karena tren Prabowo-Sandi semakin positif,” katanya.

Dia mengklaim tren Prabowo-Sandi semakin baik. Dan hal ini menimbulkan kepanikan kubu Jokowi, sehingga hasil editan pidato Prabowo di Boyolali dibuat sedemikian rupa dengan tujuan mendiskreditkan.

“Padahal, concern utama dari pidato tersebut adalah kesejahteraan masyarakat yang belum merata,” kata Leong.

Baca juga: Jubir Sandiaga: Tren Sandi Positif, Jokowi Panik Tarik Ketua HIPMI dan KADIN Dukung Jokowi

Pidato yang menyinggung ‘tampang Boyolali’ itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Posko Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno Kabupaten Boyolali, Selasa (30/10).

Prabowo mula-mula berbicara mengenai belum sejahteranya masyarakat saat ini, dan kemudian memberi perumpamaan wajah Boyolali yang belum pernah masuk hotel-hotel mahal.

Pewarta: Banyu Asqalani
Editor: Almeiji Santoso

Terpopuler