Connect with us

Lintas Nusa

Politisasi Agama Picu Polarisasi di Masyarakat

Published

on

Agama dan Politik/Sekulerisme/Ilustrasi via nuun/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Dalam konferensi press yang digelar JAII Kamis pagi, 3 Agustus 2017 mengatakan saat ini kecenderungan politisasi agama semakin kuat. Wawan Gunawan dari Jakatarub (Jaringan Kerja Antar Umat Beragama) mengungkapkan agama yang sejatinya membawa damai, akibat dipolitisasi memicu terjadinya polarisasi di masyarakat.

“Harapannya JAII berkontribusi untuk upaya mempertegas kedamaian, keberagaman, dan kebhinekaan,” ungkap Wawan.

Elga Sarapung berbagi dengan awak media bahwa anggota JAII yang salah satunya datang dari LSM-LSM, bukan hanya LSM berbasis keagamaan saja. Melainkan LSM yang menyuarakan HAM, perempuan dan anak, juga pelestarian alam dan lingkungan.

Peserta ataupun anggota JAII diantaranya aparat pemerintahan. “Bagaimana JAII bisa membantu pemerintah baik ditingkat lokal, regional, dan nasional,” kata Ketua Institut DIAN/Interfidei Elga Sarapung.

Sementara Pater Konstan dari Abepura, Papua, mengatakan bahwa JAII ini sangat penting untuk merangkul kelompok-kelompok toleran yang aktif untuk menciptakan civil society. “Karena ternyata pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. JAII sangat berguna karena keragaman harus menjadi kebanggaan, kekuatan, dan kekayaan,” ungkapnya.

Pater Konstan juga mengatakan bahwa orang luar negri sangat membanggakan keragaman yang dimiliki Indonesia.

Melihat perkembangan Papua yang semakin plural, baik suku maupun agama, Pater Konstan merasa butuh bergabung dengan JAII. “NKRI adalah rumah. Maka rumah itu isinya saling menyayangi, saling menjaga, dan saling memberi perhatian,” Norma, perempua dari Aceh mengatakan.

Dia melanjutkan, “Rumah memang tidak lepas dari persoalan. Tapi harus saling bantu dan bekerjasama.” “Penghuni rumah yang sama tidak boleh saling berkelahi,” tegasnya.

“Bandung menyambut baik JAII. Masih dalam rangkaian program “Bandung Lautan Damai,” pungkas Wawan, anak daerah tanah Pasundan ini. (Halimah)

Editor: Romandhon

Loading...

Terpopuler