Connect with us

Politik

Politikus PSI Menuduh Sandiaga Uno Seorang Makelar Proyek

Published

on

SANDIAGA SOLAHUDDIN UNO, CAWAPRES PENDAMPING PRABOWO SUBIANTO, NUSANTARANEWS

Cawapres Sandiaga Solahuddin Uno bersama para relawan pemenangan saat mengenakan kostum Gerakan Rabu Biru. (Foto: dok. NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta — Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menuduh Sandiaga Uno seorang makelar proyek. Tuduhan kader PSI ini menyangkut soal keterlibatan Sandi dalam pembangunan Jalan Tol Cikopo-Palimanan sepanjang 116 kilometer.

“Dugaan kita Sandi hanya makelar masuknya dana-dana asing. Pemilik semestinya adalah Malaysia,” kata jubir PSI, Rizal Calvary melalui keterangan tertulis, Jakarta Rabu (2/1/2019).

Rizal menduga keterlibatan Sandiaga Uno di tol Cikopo-Palimanan melalui PT Lintas Marga Sedaya (LMS), operator tol tersebut hanya sebagai makelar investor asing.

Dia mengungkapkan, LMS merupakan perusahaan patungan perusahaan perusahaan Malaysia, Plus Expressways Berhard 55 persen dan PT Bashkara Utama Sedaya (BUS) sebanyak 45 persen.

Sementara, BUS merupakan konsorsium terdiri dari PT Interra Indo Resources, PT Bukaka Teknik Utama dan PT Baskhara Lokabuana. Interra Indo Resources merupakan anak usaha PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) di mana Sandi memegang sebagian saham perusahaan tersebut.

Baca juga: PSI Sebut Prabowo Sosok Borjuis

Baca juga: PSI Tuding Konsep Ekonomi Prabowo Sosialis-Komunisme

Baca juga: PSI Sebut Prabowo Sosok Tempramental

Baca juga: Politikus PSI Tuduh Sandiaga Uno Bela Pengusaha Kakap

Baca juga: PSI Sebut Tim Ekonomi Prabowo-Sandi Terdiri Dari Orang-orang Bodoh

Sebelumnya Sandi mengatakan perusahaannya membangun Cikopo-Palimanan 116 kilometer tanpa utang sama sekali. Namun, kata dia, pendanaan tol tersebut berasal dari modal sendiri sebanyak 30% dan sisanya sebesar 70 persen berasal dari pinjaman sindikasi perbankan yang dipimpin oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Pembangunan tol Sandi tersebut berdasarkan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol yang diamandemen pada 27 Oktober 2011. Total nilai investasi tol sebesar Rp 12,56 triliun dengan masa konsesi 35 tahun.

Baca Juga:  Antisipasi Karhutla, TNI-POLRI Lamongan Patroli Keliling

“Sebanyak 22 bank dipimpin BCA dan Bank DKI memberikan komitmen pinjaman sindikasi sebesar Rp 8,8 triliun. Saya kira mas Sandi tidak mengalami amnesia atas utangnya sendiri. Ini sengaja melakukan pembohongan publik. Ada target tertentu,” kata kader partai politik yang mengadopsi lambang sosialis internasional ini.

Baca juga: Ternyata Logo PSI Sama dengan Sosialis Internasional

Karenanya, politikus PSI ini menuding Sandi telah melakukan pembohongan publik. “Faktanya, sebanyak 70 persen pembiayaan jalan tol tersebut berasal dari utangan. Sebanyak 30 persen dari equity atau modal sendiri,” kata dia.

Rizal menambahkan, equity pun tidak ada yang jamin seratus persen dari kocek sendiri. Bisa saja equity dari pihak ketiga atau utangan juga.

“Hari gini, mana ada pengusaha bangun tol pakai duit sendiri. Bang Sandi jangan tipu-tipu publik dengan informasi yang salah,” imbuhnya.

(eda/gdn)

Editor: Gendon Wibosono

Loading...

Terpopuler