Connect with us

Esai

Pohon Kelapa Sumber Pendapatan Keluarga

Published

on

Pohon kelapa sumber pendapatan keluarga

Pohon kelapa sumber pendapatan keluarga/Foto: Dreamstime.com

Indonesia sebahagian besar wilayahnya dikellilingi oleh pantai, sehingga sebagian wilayah Indonesia termasuk dalam daerah tropis. Salah satu tanaman yang mudah tumbuh di pesisir pantai atau tropis adalah pohon kelapa. Pohon yang sejenis palm ini memiliki nama latin Cocos nutifera.
Oleh: Chairul Bariah

 

Pohon kelapa tumbuh dengan berbagai ukuran, tingginya mulai dari 1 meter sampai ada yang ± 30 meter, tidak termasuk yang di bonsai karena hanya untuk hiasan saja. Pohon ini memiliki banyak manfaat sehingga mampu menambah pendapatan keluarga.

Di Provinsi Aceh Pohon kelapa banyak kita temui diperkebunan warga yang ditanam secara khusus namun ada juga yang di perkarangan rumah. Pada zaman dulu khususnya di Matangglumpangdua Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen pada masa kepemimpinan Ampon Chiek Peusangan, pohon kelapa adalah salah satu tumbuhan yang wajib ditanam di setiap rumah warga minimal dua pohon.

Pohon kelapa memiliki banyak manfaat dari daun sampai akarnya. Daun kelapa dapat digunakan untuk membuat aneka kerajianan, seperti alas wajan, topi ke sawah, topi rekreasi, untuk janur pada pesta pernikahan, atap rumah dan lain-lain. Kerangka daun / Lidi dari pohon kelapa dapat dijadikan berbagai sapu halaman, sapu untuk membersihkan tempat tidur biasanya dicat warna warni, bagian ujung yang tua dan lembut dapat dijadikan sebagai sapu pembersih langit-langit rumah. Namun seiring perkembangan zaman banyak bermuculan produk-produk yang memiliki manfaat yang sama.

Buah kelapa muda, daging dan airnya dijadikan minuman segar yang alami sebagai anti oksidan dalam tubuh, banyak juga dimanfaatkan sebagai olahan aneka kuliner, seperti bubur kelapa muda, puding, jus, air kepala juga sebagai bahan dasar membuat nata de coco. Daging kelapa tua dapat dijadikan santan untuk berbagai olahan masakan, dapat dibuat minyak kelapa. Khusus di Aceh daging kelapa digunakan untuk membuat Pliek U (Patarana), dengan cara setelah diparut/dikukur kemudian dijemur sampai beberapa hari baru dapat digunakan, agar hasilnya maksimal harus melalui pengolahan/penyulingan sehingga minyaknya terpisah dari daging kelapa. Desa yang banyak memproduksi Pliek U di Kabupaten Bireuen berada di Kecamatan Jangka. Kuliner khas Aceh yang sering dikenal adalah “Kuah Pliek U”, bahan dasarnya Pliek U/Patarana dengan campuran aneka sayuran segar. Selain itu juga dijadikan sebagai bahan dasar rujak Pliek U, campuran yang biasa digunakan adalah buah Salak, pisang muda, buah sauh daun pepaya muda.

Baca Juga:  Anggaran Sektor Pertanian Minim, Pengamat Sebut Gubernur Khofifah Tak Pro Petani

Batok kelapa dapat dijadikan aneka kerajinan tangan seperti sendok, gantungan kunci, mangkok, dan dapat dijadikan arang setelah melalui pembakaran.

Bunga kelapa biasanyan digunakan sebagai bahan pembuatan cuka, alkohol, obat tradisional dan aneka kerajinan tangan seperti tas, topi dan perhiasan rumah tangga juga dapat dijadikan sapu.

Pohon kelapa termasuk dalan kayu keras, dapat dijadikan sebagai bahan bangunan, bahan utama konstruksi rumah yang kokoh dan ramah lingkungan. Umumnya rumah di Aceh menggunakan Kayu pohon kelapa untuk rangka atap, tiang, kosen pintu dan jendela, ubin lantai, pagar, aneka perabotan rumah tangga. Kayu ini memiliki kepadatan tinggi dengan kekerasannya berbavariasi antara 600-900 kg/m3 sehingga sedikit sulit untuk dibor atau dipaku.

Akar kelapa, dengan merebus dan merendam akar kelapa menurut orang tua zaman dapat digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit diantaranya melancarkan peredaran darah, meredakan deman, mengatasi wasir dan ambien, mengatasi gatal dan mengatasi diare. Ini hanya obat tradisonal yang biasanya digunakan berdasarkan pengalaman dari orangtua zaman secara turun temurun, namun butuh penelitian lebih lanjut secara ilmiah.

Berdasarkan uraian di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa dengan hasil dari berbagai produk dari pemanfaatan pohon kelapa dapat dijadikan sumber pendapatan khususnya bagi keluarga yang menanam pohon kelapa dan masyarakat dikitarnya pada umumnya dengan cara pemasaran produk yang dihasilkan.

Peningkatan pendapatan keluarga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dengan baik secara otomatis kesejahteraan akan meningkat. Penggunaan Sumber Daya Manusia yang trampil dan teknologi sebagai pendukung untuk perkembangan ke arah yang lebih baik dalam menghasilkan produk produk baru dari pemanfaatan pohon kelapa.

Keikutsertaan para pemuda baik yang memiliki skill atau tidak juga menjadi kunci sukses dalam pembangunan ekonomi, minimal ditingkat wilayahnya sendiri. Para pemuda diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja sehingga dapat menekan angka pengagguran di Indonesia. []

Penulis: Chairul Bariah, Wakil Rektor II UNIKI, Dosen FE Universitas Almuslim dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Bireuen. [email protected]

Baca Juga:  Pakai Metafor Dua Kepala Desa dan Maling, Fahri Hamzah Jelaskan Hakikat Sukses dan Sibuk
Loading...
Advertisement

Terbaru

Advertisement

Terpopuler