Connect with us

Berita Utama

Plt. Camat Lumbis Pansiangan Berhasil Membuat Destinasi Wisata di Perbatasan

Published

on

Plt. Camat Lumbis Pansiangan Berhasil Membuat Destinasi Wisata di Perbatasan

Plt. Camat Lumbis Pansiangan berhasil membuat destinasi wisata di perbatasan.

NUSANTARANEWS.CO, Nunukan – Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid merasa bangga dengan capaian kerja yang dilakukan oleh Plt. Camat Lumbis Pansingan, Lumbis Pangkayungon. Laura menilai, Lumbis Pangkayungoin telah mampu merubah wialayah yang selama ini terbilang ‘suram’ menjadi sebuah daerah destinasi wisata berkelas internasional.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pak Lumbis (Plt. Camat Lumbis Pansiangan-Red) atas upayanya yang telah mampu membalikan keadaan disana,” tutur Laura saat melakukan dialog pemulihan ekonomi dengan insan Pers, di Lenfin Hotel, Minggu (7/11)

Menurut Laura, tidak kurang dari 2 tahun, Kecamatan Lumbis Pansiangan yang dulu merupakan wilayah pedalaman, saat ini telah menjadi daerah destinasi wisata dengan berbagai wahana.

“180 derajat wilayah tersebut telah berbalik. Dulu yang merupakan pedalaman kini menjelma sebagai seperti daerah yang tak kalah indahnya dengan tempat wisata lainya,” papar Laura

Diketahui, Kecamatan Lumbis Pansiangan merupakan wilayah dari Kabupaten Nunukan yang berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia. Kepiawaian Lumbis Pangkayungon sebagai Plt. Camat telah mampu memanfaarkan potensi alam yang dimilki oleh daerah itu menjadi obyek wisata bahari dan juga wana wisatanya.

Giram Luyu

Gemercik suara air menampar bebatuan terdengar bagai shimponi alam yang berpadu dengan kicauan burung serta suara binatang hutan lainya. Ketika kaki sudah sampai ditepi sungai, maka akan terpampang dalam pandangan sebuah maha karya Tuhan yang begitu luar biasa. Sebuah aliran sungai yang teramat deras bagai ditumpahkan dari hulu dengan bebatuan raksasa menghiasi sungai sepanjang 20 km tersebut.

Bukan hanya aliran sungainya yang sangat eksotik, namun tebing sungai yang berupa dinding-dinding batu juga menampakan keindahan tersendiri buat siapapun yang memandangnya. Pun ketika kita memasuki hutan dikiri-kanan sungai, kita akan memasuki sebuah kawasan hutan yang sangat alami dihiasi flora khas Kalimantan antara lain tumbuhan kantung semar dan tak jarang penduduk setempat menemukan tumbuhan Anggrek Hitam yang sangat terkenal itu.

Baca Juga:  Tangkap Komplotan Jaringan Malaysia-Indonesia, BNNP Jatim Musnahkan Sabu 5319 Gram

Tak Jauh dari Desa Labang, di lereng sebuah bukit di pinggir aliran Giram Luyu, kita akan melihat sebuah tugu berbentuk prisma dengan patung Burung Garuda berwarna emas berdiri dengan megah seolah-olah mengatakan betapa kokohnya NKRI. Tugu yang didirikan oleh Pemuda Penjaga Perbatasan dan Masyarakat Penjaga Perbatasan Indonesia tersebut tentu sangat beralasan mengingat letak Giram Luyu berada di OBP (outstanding boundary problem) atau wilayah yang sampai saat ini masih dalam perundingan antara RI-Malaysia.

Masyarakat setempat memanggil tempat eksotik di Sungai Pesiangan, Desa Labang, Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara tersebut dengan nama Giram Luyu (giram= jeram, luyu= longsor bahasa Dayak-red). Penduduk setempat mengatakan bahwa pada tahun 1812 terjadi bencana longsor sehingga bebatuan di atas dan lereng bukit turun jatuh ke dalam sungai.

Saat ini masyarakat dapat menikmati pesona Giram Luyu yang penuh keindahan beserta sensasinya dengan bermain perahu karet untuk mengarungi jeram dari sungai tersebut.

Tak hanya itu, wisatawan juga akan dapat melepas lelah di gazebo-gazebo bernuansa Kebangsaan sambil disuguhi indahnya pemandangan alam yang masih asri.

Lumbis Pangkayungon sendiri kala diminta tanggapan atas capaiannya tersebut dengan rendah hati mengatakan bahwa semua hal yang saat ini terjadi di daerahnya merupakan hasil dari suport Bupati Nunukan dan juga kegotong royongan mayarakat.

“Seiain itu, upaya yang kami lakukan juga tak lain demi memperteguh kedaulatan NKRI,” tegasnya. (ES)

Loading...

Terpopuler