Pilkada Serentak 2017, Pengamat: Waspadai Adanya Propaganda Timses Paslon dan Lembaga Survei

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Sejauh ini aparat keamanan di berbagai daerah memastikan keamanan dan kelancaran pelaksanaan Pemilukada yang jatuh pada, Rabu 15 Februari 2017. Aparat memastikan kondisi dan siatuasi pelaksanaan Pilkada kondusif dan aman.

Kendati dipastikan aman, bukan berarti aparat bisa berleha-leha. Upaya antisipasi masih tetap harus dilakukan, terlebih menjelang dilakukannya penghitungan suara.

Menurut pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Kertopati, pihak keamanan harus waspada adanya propaganda yang berpotensi dimainkan tim sukses pasangan calon dan permainan penghitungan statistik dari sejumlah lembaga survei. Lebih-lebih pada musim Pilkada, lembaga-lembaga survei marak muncul secara tiba-tiba mengklaim hitungannya paling benar.

“Pilkada serentak yang hari ini tengah terjadi pelaksanaannya diramalkan damai dan aman. Tetapi harus diwaspadai adanya propaganda yang dimainkan timses Paslon dan permainan penghitungan statistik dari lembaga survey utamanya lembaga survey baru yg marak muncul pada musim Pilkada,” ujar pengamat yang akrab disapa mbak Nuning kepada redaksi di Jakarta, Rabu (15/2/2017).

Nuning mengingatkan, Margin of Error harus dibaca hati-hati dan seksama juga methodenya. “Hal lain juga harus diantisipasi adanya ancaman dan gangguan keamanan pada saat penghitungan suara yang mungkin juga secara fisik,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Pilkada serentak pada 15 Februari 2017 dilangsungkan sebanyak 101 daerah dari tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Daerah yang akan menyelenggarakan pilkada tersebut terdiri atas 7 provinsi, 76 kabupaten, dan 18 kota. Ketujuh provinsi tersebut yaitu Aceh, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Banten, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Papua Barat. 76 kabupaten dan 18 kota

Kabupaten (76): Mesuji, Lampung Barat, Tulang Bawang, Bekasi, Banjarnegara, Batang, Jepara, Pati, Cilacap, Brebes, Kulonprogo, Buleleng, Flores Timur, Lembata, Landak, Barito Selatan, Kotawaringin Barat, Hulu Sungai Utara, Barito Kuala, Banggai Kepulauan, Buol, Bolaang Mongondow, Kepulauan Sangihe, Takalar, Bombana, Kolaka Utara, Buton, Boalemo, Muna Barat, Buton Tengah, Buton Selatan, Seram Bagian Barat, Buru, Maluku Tenggara Barat, Maluku Tengah, Pulau Morotai, Halmahera Tengah, Nduga, Lanny Jaya, Sarmi, Mappi, Tolikara, Kepulauan Yapen, Jayapura, Intan Jaya, Puncak Jaya, Dogiyai, Tambrauw, Maybrat, Sorong, Aceh Besar, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Jaya, Bener Meriah, Pidie, Simeulue, Aceh Singkil, Bireun, Aceh Barat Daya, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, Kepulauan Mentawa, Kampar, Muaro Jambi, Sarolangun, Tebo, Musi Banyuasin, Bengkulu Tengah, Tulang Bawang Barat dan Pringsewu.

Baca Juga:  Lembaga Survei Nasional Dinilai Ramai-ramai Seret Jokowi Bernasib Seperti Ahok

Kota (18): Banda Aceh, Lhokseumawe, Langsa, Sabang, Tebing Tinggi, Payakumbuh, Pekanbaru, Cimahi, Tasikmalaya, Salatiga, Yogyakarta, Batu, Kupang, Singkawang, Kendari, Ambon, Jayapura dan Sorong.

Pewarta: Eriec Dieda