Connect with us

Politik

Pigai Merasa Terhormat Namanya Disebut Prabowo di Hadapan Jutaan Pendukung Capres-Cawapres 02

Published

on

natalius pigai, prabowo subianto, terhormat, nusantaranews

Kampanye akbar Prabowo-Sandi di Gelora Bung Karno, Minggu (7/4). (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Tokoh asal Papua, Natalius Pigai merasa terhormat namanya disebut Prabowo Subianto dalam kampanye akbar Prabowo-Sandi di Gelora Bung Karno, Minggu (7/4).

Diketahui, Prabowo menyebut nama Natalius Pigai dalam pidatonya sekaligus menegaskan capres nomor urut 02 bukanlah pendukung khilafah sebagaimana yang dituduhkan secara sumir oleh lawan politik selama ini.

Peserta kampanye akbar yang diperkirakan lebih dari 3 juta orang itu bertepuk tangan saat nama mantan Komisioner Komnas HAM itu disebut Prabowo.

“Tidak pernah bayangkan. Sebuah kehormatan bahwa Calon Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Akbar hanya menyebutkan nama saya di hadapan 2 juta orang,” ujar Pigai, Jakarta, Minggu (7/4/2019) malam.

Dalam pidatonyam Prabowo mengatakan jika dirinya mendukung khilafah dan tidak demokratis dan tidak inklusif, tidak mungkin Natalius Pigai mendukung.

“Jutaan orang gemuruh dan tepuk tangan seisi stadion GBK selama 1 menit. Di saat masuk, Prabowo juga memeluk saya,” imbuhnya.

Suasana tersebut mengingatkan Pigai pada Pilpres 2014 silam. Namun, pada momentum pesta demokrasi waktu itu, Pigai tidak dalam posisi mendukung Prabowo, melainkan Jokowi.

“Pada 2014 tidak terbantahkan bahwa saya pernah beri kontribusi tidak kurang dari 5% atas kemenangan Jokowi,” akunya.

“Jokowi, Mega, Hasto, Luhut, Hendro, Suryo Paloh menganggap saya hanya semut hitam kecil. Mereka tidak pernah tahu bahwa gajah tidak pernah mengalahkan semut, tetapi sengatan semut dapat mematikan gajah,” ucap dia.

“Harus disadari bahwa sekalipun anda buang ke lumpur, kotak sampah, mutiara tetaplah mutiara,” lanjutnya.

Terakhir, pria kelahiran Paniai, Papua ini mengaku dirinya merupakan salah satu korban kebohongan rezim Jokowi selama hampir lima tahun.

“Natalius Pigai, Korban Kebohongan Rezim, Jokowi 2014-2019,” pungkasnya.

(eda)

Editor: Eriec Dieda

Terpopuler