Politik

Pigai Luruskan Klaim Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera

trans sumatera, tol sumatera, tol bakauheni, tol lampung, infrastruktur sumantera, nusantaranews
Gerbang tol Bakauheni Selatan. (Foto: dok. Biro Setpres)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Aktivis kemanusiaan Natalius Pigai meluruskan pemberitaan media terkait Menteri BUMN menjajali Tol Trans Sumtera selama 14 jam perjalanan dari Jakarta.

Menteri Rini Soemarno dan jajaran pejabat BUMN diwartakan menyusuri jalur tol Trans Sumantera via Lampung hingga Palembang. Penyusuran jalan tol Trans Sumatera ini dilakukan pada 28 Agustus 2018 lalu bertajuk Ekspedisi Tembus Tol Trans-Sumatera.

Adapun jalur yang disusuri tim ekspedisi ialah ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar (363.11 km). Terbanggi Besar-Pematang Panggang (140.41 km), dan Pematang Panggang-Kayu Agung Palembang (77 km). Dan total tol Trans Sumatera disebut mencapai 500-an kilometer.

Pemerintah mengklaim pembangunan Trans Sumatera dibangun sejak keluarnya Perpres Nomor 117 tahun 2015.

“Jangan pernah membohongi rakyat seakan-akan Sumatera dimetamorfosis sedemikian rupa dengan jalan tol sampai 14 jam,” kata Pigai melalui pesan singkat, Jakarta, Jumat (31/8/2018).

Menurut Pigai, perjalanan menyusuri jalan tol Trans Sumatera selama 14 tersebut cenderung tak jujur. “Mana ada jalan tol Trans Sumatera sampai di Kayu Agung?,” cetusnya.

Baca Juga:  Tak Kunjung Deklarasi, Inilah Penyebab Elektabilitas Airlangga Hartarto Tak Kunjung Naik di Jatim

“Jalan tol di Sumatera itu kurang lebih 8 km di Kalianda, Lampung dan 6 km dari Pasar Indralaya ke Kampus UNSRI Indralaya, Sumsel. Kurang lebih 6 km dari Lubuk Pakam ke Kualanamu di Sumut,” tambahnya.

Pigai melanjutkan, total jalan tol yang dibangun oleh pemerintahan Joko Widodo di Pulau Sumatera hanya sekitar 20 km.

“Kami ini tiap tahun hampir 4 kali pulang Pergi Jakarta-Sumatera bahkan sampai jalan darat, bawa mobil setir sendiri ke Medan. Sangat menguasai jalan Lintas Timur, Tengah dan Barat. Memang di Medan Sumatera Utara ada jalan tol dari Lubuk Pakam-Tebing Tinggi sekitar 70 km dibangun, tapi dibangun pak SBY bukan Jokowi,” ungkap Pigai lagi. (mysp/bya)

Editor: M Yahya Suprabana & Banyu Asqalani

Related Posts

1 of 1.740