Connect with us

Politik

Pidato Jokowi Dinilai Bangun Optimisme, Tapi Semuanya Harus Dibuktikan

Published

on

demokrasi, kata demorkasi, nilai demokrasi, pemerintahan demorkatis, klaim demokrasi, negara demokratis, transisi demokrasi, formappi, kpp, indikator demokrasi, oso legowo, nusantaranews

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin. (Foto: NUSANTARANEWS.CO/Romadhon)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pengamat politik, Ujang Komarudin mengatakan pidato Jokowi bertajuk Visi Indonesia membangun optimisme tetapi semua itu harus dibuktikan lima tahun ke depan.

“Pidato membangun optimisme. Namun semua itu harus dibuktikan ke depan. Infrastruktur, pembangunan SDM, open terhadap investasi dan reformasi birokrasi, itu semua merupakan kebijakan yang harus diprioritaskan,” katanya saat dihubungi redaksi, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Menurut dia, keempat sektor di atas juga merupakan janji kampanye yang harus direalisasikan dan dimplementasikan.

“Pidato dan kata-kata Jokowi tersebut harus termanifestasikan dalam program-program dan kebijakan pemerintah. Masyarakat sedang menunggu janji itu. Masyarakat sedang menanti janji tersebut. Masyarakat akan merasa senang jika program-program tersebut dapat dirasakan,” papar Ujang.

Dia berpendapat, pemimpin memang harus membangun optimisme, namun juga harus bekerja secara nyata.

“Dengan merealisasikan apa yang dijanjikan dan diucapkannya,” tuturnya.

Soal janji-janji Jokowi sebelumnya, Ujang menuturkan semuanya tetap harus ditunaikan karena kalau tidak maka akan menjadi beban bagi eks walikota Solo itu.

“Harus dieksekusi. Jika tidak dieksekusi akan jadi beban bagi Jokowi. Dan akan menjadi olok-olokan bagi masyarakat,” ucapnya.

Dengan kata lain, Jokowi kini menanggung dua janji kampanye sekaligus dan sebagian kalangan meragukan hal itu menjadi perkara yang realistis.

“Memang tidak realistis. Tapi harus dilakukan. Jokowi bilang saat ini Nawa Cita jilid II, melanjutkan Nawa Cita jilid I. Jika begitu, yang Nawa Cita jilid I belum dikerjakan, ya harus dikerjakan,” pungkasnya. (adn)

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler