Connect with us

Berita Utama

Petani Semangka Gagal Panen Akibat Penyakit Cacar Daun

Published

on

Petani semangka gagal panen akibat penyakit cacar daun.

Petani semangka gagal panen akibat penyakit cacar daun.

NUSANTARANEWS.CO, Pidie Jaya – Petani semangka gagal panen akibat penyakit cacar daun. Hektaran tanaman semangka terancam gagal panen, pasalnya, hampir seluruhnya tanaman milik petani Gampong Keurisi Meunasah Lueng, Kecamatan Jangka Buya, kabupaten Pidie Jaya diserang penyakit cacar daun, hingga daun menjadi mengering dan mati. Selasa (8/6).

Salah seorang petani setempat, Fahmi yang ditemui awak media mengatakan bahwa tanaman semangka yang terkena penyakit cacar daun ini berdampak pada buah. Sehingga buahnya kecil-kecil dan tidak mau besar lantaran daunnya sudah mengering, akibatnya gagal panen dan menimbulkan kerugian bagi para petani setempat.

“Kami sudah berusaha melakukan penyemprotan dengan Pestisida, namun penyakit cacar ini sulit dikendalikan,” akunya.

“Tanaman semangka yang kami tanam pada pertengahan bulan puasa kemarin, biasanya masuk masa panen setelah berumur dua bulan, namun kini tinggal menunggu sekitar lima belas hari lagi, tetapi semangkanya sudah membusuk,” ujarnya sedih.

Diperkirakan hampir rata-rata petani semangka kali ini mengalami kerugian akibat tak sempat panen karena buah semangkanya sudah membusuk. “Hampir setiap pagi para petani harus memetik semangka yang busuk dan membuang ke saluran,”ungkapnya.

Disisi lain, Fahmi membeberkan bahwa para petani semangka di kecamatan Jangka Buya tidak pernah mendapat sentuhan bantuan dari dinas terkait.

Para petani berharap agar ada perhatian dari pemerintah setempat maupun pemerintah pusat untuk membantu modal penanaman kembali semangka mereka, karena selama ini mereka mengaku tidak pernah dibantu oleh pemerintah.

“Kami hanya butuh modal kerja berupa bibit dan pupuk saja,” kata Fahmi, “selama ini kami menggunakan modal sendiri belum pernah mendapat bantuan pemerintah. Apalagi saat ini kondisi perekonomian masyarakat dan petani sedang morat-marit karena terdampak pandemi Covid-19,” pungkasnya. (RPJ/Red)

Baca Juga:  Massa 212: Kerumunankah?

Sumber: Komunitas Jurnalis Pidie Jaya

Loading...

Terpopuler