Connect with us

Lintas Nusa

Peserta Pawai Taaruf Tumpah di Mataram Pecahkan Rekor MURI

Published

on

Peserta pawai dilepas Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, Sekjen PBNU H. Helmy Faisal Zaini beserta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) H. Imam Nahrowi. Pawai ini semakin semarak dengan hadirnya salah satu kyai khos NU dari NTB, TGH Turmudzi Badaruddin yang juga Dewan Mustasyar PBNU. Foto: Dok. Panitia

NusantaraNews.co, Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 23–25 November 2017.

Rabu (22/11) siang, Kota Mataram dibanjiri lautan manusia peserta Pawai Taaruf yang merupakan rangkaian kegiatan Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama (NU). Pawai ini juga diwarnai keberhasilan panitia bersama peserta memecahkan rekor MURI dengan pengarakan bendera raksasa berukuran 60 X 40 meter.

Peserta pawai dilepas Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, Sekjen PBNU H. Helmy Faisal Zaini beserta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) H. Imam Nahrowi. Pawai ini semakin semarak dengan hadirnya salah satu kyai khos NU dari NTB, TGH Turmudzi Badaruddin yang juga Dewan Mustasyar PBNU.

Bendera NU Raksasa pada pembukaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU mendapat REKOR MURI. Foto: Dok. Panitia

Bendera NU Raksasa pada pembukaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU mendapat REKOR MURI. Foto: Dok. Panitia

Diperkirakan, tak kurang dari 15 ribu warga nahdliyin dan warga Kota Mataram dan NTB terlibat pada pawai monumental ini.

Dalam sambutannya, KH. Said Aqil Siroj mengenang kembali, saat NU mengadakan Munas-Konbes NU di Pesantren Qomarul Huda, Bagu, 20 tahun silam. Kala itu, NU masih dianggap kaum pinggiran oleh pemerintah. Tak heran jika kegiatan ini hanya dihadiri oleh Gubernur NTB kala itu.

“Tapi alhamdulillah walaupun tidak dihadiri secara resmi oleh pemerintah pusat namun menghasilkan keputusan yang penting,” tegasnya.

KH. Said Aqil Siroj pun menegaskan bahwa NU di bawah bimbingan para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah akan tetap berkontribusi demi keutuhan bangsa Indonesia.

“Dengan semangat Islam Nusantara kita pertahankan NKRI, Pancasila, UUD dan Bhineka Tunggal Ika,” tegasnya. (red/*)

Baca Juga:  NU Istiqomah Perkokoh Islam Moderat Di Munas Alim Ulama Lombok

Editor: Achmad Sulaiman

Loading...

Terpopuler