Tragedi Jet Penumpang Concorde/Foto: sportingz.com
Tragedi Jet Penumpang Concorde/Foto: sportingz.com

NUSANTARANEWS.CO – Siapa tidak kenal pesawat supersonik legendaris Concordeee sebagai salah satu mahakarya dunia yang dapat melesat melebihi kecepatan suara. Saking cepatnya, Concordeee dapat menghasilkan bunyi menggelegar yang bisa memecahkan kaca-kaca rumah penduduk. Pesawat yang dibidani oleh Inggris dan Prancis ini mampu terbang hingga nyaris ke luar angkasa.  

Namun sayang era keanggunan burung besi super tersebut harus berakhir pada 25 Juli 2000, ketika pesawat supersonik tersebut jatuh dan hangus terbakar yang menewaskan seluruh penumpang termasuk kru pesawat. Tragedi itu terjadi hanya beberapa detik setelah lepas landas dari bandara di Prancis untuk menuju ke Washington, Amerika Serikat (AS). Era Concordee pun berakhir secara resmi pada tahun 2003.

Tapi pada hari ini, sekelompok ahli penerbangan yang tengah mengembangkan pembuatan pesawat supersonik bernama Boom – yang lebih canggih dari pesawat supersonik Concordee.

Pesawat Jet Boom ini dirancang dan diciptakan oleh tim ahli penerbangan yang telah bekerja di NASA, SpaceX dan Boeing. Pesawat dengan 55 kursi ini diperkirakan mampu terbang dengan kecepatan lebih dari 1.687mph, atau lebih cepat 100mph dari Concordeee, kata pendiri perusahaan, Blake Scholl.

Jet Penumpang Supersonik Concorde dan Boom
Jet Penumpang Supersonik Concorde dan Boom

“Pada tahun 2025, Anda dapat terbang dari London ke New York hanya dalam waktu tiga jam 15 menit,” ujar Scholl.

Perusahaan tersebut sebelumnya mengatakan akan memulai penerbangan uji coba untuk pesawat 1.451mph (2.330kph), yang dijuluki Baby Boom, pada akhir 2018.

Lima maskapai penerbangan yang tidak disebutkan namanya telah memesan 76 pesawat penumpang (Boom)

Di kutip dari standard.co, Scholl mengatakan: “Pikirkan sejenak keluarga yang terpisah karena penerbangan yang panjang.

“Pikirkan sebuah perjalanan yang tidak diambil karena saat Anda menambahkan jam yang hilang, perjalanan itu tidak terasa berharga.

“Anda tidak perlu masuk dalam daftar Forbes untuk terbang, harganya akan sama dengan kelas bisnis saat ini.

“Tujuan utamanya adalah membuat supersonik terjangkau bagi siapa saja yang terbang.”

“Kami sedang mewujudkan pesawat jet supersonik pertama yang aman, ramah lingkungan, dan ekonomis. Percayalah, ini bukan kisah fiksi ilmiah,” tegasnya.

Scholl juga mengungkapkan rencananya untuk menggunakan pesawat tersebut bagi penerbangan komersial dalam tujuh tahun ke depan. Sejauh ini, maskapai penerbangan yang diketahui telah menjajaki kerja sama dengan Boom adalah Virgin Atlantic milik miliarder Sir Richard Branson.

Ke depan, pesawat Jet Boom diperkirakan dapat terbang melintasi 500 rute yang ada di seluruh dunia. (Aya)

Komentar