Connect with us

Mancanegara

Perundingan Damai Pemerintah Afghanistan Dengan Taliban Dimulai

Published

on

Perundingan damai pemerintah Afghanistan dengan Taliban dimulai di Qatar pada hari Sabtu (12/09).

Perundingan damai pemerintah Afghanistan dengan Taliban dimulai di Qatar pada hari Sabtu (12/09).

NUSANTARANEWS.CO, Kabul – Perundingan damai pemerintah Afghanistan dengan Taliban dimulai di Qatar pada hari Sabtu (12/09). Setelah berbulan-bulan tertunda, akhirnya perundingan damai pertama antara pemerintah Afghanistan dan Taliban dimulai. Perundingan damai itu seharusnya sudah dimulai sejak Maret lalu setelah terjadi kesepakatan gencatan senjata Amerika Serikat (AS)-Taliban pada bulan Februari.

Namun, perundingan damai yang seharusnya sudah dimulai pada bulan Maret tersebut terus tertunda berkali-kali karena persoalan pertukaran tawanan antara AS-Taliban. Meski kesepakatan keamanan AS-Taliban tidak terkait langsung dengan perundingan damai Kabul-Taliban – namun mempengaruhi jadwal penarikan pasukan asing dengan imbalan berupa jaminan kontra-terorisme.

Perundingan ini juga menjadi tantangan bagi Taliban, yang harus mengajukan visi politik yang nyata bagi Afghanistan – karena sejauh ini mereka masih mendambakan pemerintahan berdasarkan “syariah” tapi juga “inklusif”.

Perundingan ini mungkin akan menunjukkan wajah yang berbeda dari Taliban ketika mereka menggunakan interpretasi yang kaku dari hukum Syariah selama ini.

Dalam pidato pembukanya, kepala delegasi Afghanistan, Abdullah Abdullah, mengatakan bahwa ada kesempatan untuk mengakhiri “penderitaan yang tak berkesudahan”.

Sementara pemimpin politik Taliban, Mullah Baradar menyampaikan bahwa ia ingin Afghanistan menjadi negara independen dengan sistem Islam.

AS telah memainkan peran penting sebagai perantara negosiasi. Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menyebut perundingan ini “peristiwa penting”, dan mengatakan kepada kedua pihak bahwa seluruh dunia mengharapkan kesuksesan mereka.

Ini adalah pertemuan langsung pertama antara Taliban dan perwakilan pemerintah Afghanistan. Sebelumnya, kelompok militan itu selalu menolak berunding dengan pemerintah Kabul karena dianggap sebagai “boneka” AS.

Perundingan damai kedua kubu bertujuan untuk mencapai rekonsiliasi politik dan mengakhiri kekerasan yang telah berlangsung puluhan tahun sejak invasi Uni Soviet pada 1979. (Banyu)

Baca Juga:  Implementasi Pancasila dan Faktor Yang Mempengaruhinya

Loading...

Terpopuler