Connect with us

Politik

Pertemuan Konsultatif Parlemen Negara MIKTA ke-4 Digelar Hari Ini

Published

on

Kedatangan Wakil Ketua Parlemen Turki HE Mustafa Sentop dalam acara MIKTA ke-4 di Bali (Foto Credit)

Kedatangan Wakil Ketua Parlemen Turki HE Mustafa Sentop dalam acara MIKTA ke-4 di Bali (Foto Credit)

NUSANTARANEWS.CO, Bali – Setelah tahun lalu di gelar di kota Istanbul, Turki, kini Pertemuan Konsultatif Parlemen Negara MIKTA digelar di Indonesia. Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dalam unggahan di akun media sosial miliknya menjelaskan bahwa, hari ini Minggu (16/9/2018) di Istana Tampaksiring, Bali telah berlangsung pembukaan MIKTA ke-4.

“Mendampingi Ketua DPR RI Bambang Soesatyo membuka The 4th MIKTA Consultative Parliamentary Meeting di Istana Tampaksiring, Bali (Minggu, 16/9). Tahun lalu, Turki menjadi tuan rumah acara di Istanbul dan kali ini Indonesia memegang estafet penyelenggaraan,” tulis Fahri.

Dirinya menjelaskan dalam pertemuan kali tema yang diusung adalah Creating Peace and Prosperity: The Role of Parliament. “Tema pertemuan ke-4 MIKTA adalah Creating Peace and Prosperity: The Role of Parliament,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini pula, Wakil Ketua Parlemen Turki HE Mustafa Sentop dan Deputy President Senat Australia HE Senator Sue Lunes hadir dalam pembukaan MIKTA ke-4.

Baca Juga:
BRICS Bahas Skema Investasi Senilai 3 Miliar Dolar
KTT BRICS Digelar, India-China Sepakat Kurangi Ketegangan di Doklam

Fahri mengungkapkan bahwa, Pertemuan Konsultatif Parlemen Negara MIKTA terdiri dari beberapa negara antara lain Mexico, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia.

MIKTA juga biasa disebut dengan sebutan MISTA. Yakni neologisme sekaligus singkatan dari Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia. Negara-negara ini juga masuk dalam kelompok Next Eleven.

Singkatan MIKT diciptakan oleh Jim O’Neill dari Goldman Sachs yang juga menciptakan singkatan BRIC. Singkatan ini sering dipakai dalam perbincangan ekonomi, finansial, dan akademik.

Di sektor investasi, singkatan ini dipakai untuk menyebut obligasi yang dikeluarkan oleh negara-negara tersebut.

Editor: Romadhon

Advertisement

Terpopuler