Connect with us

Politik

Pertemuan IMF-World Bank, Rocky Gerung: Saya Sudah Bisa Tangkap Gimmick Pers Dunia Kepada Presiden

Published

on

Rocky Gerung (Foto Dok. Nusantaranews/Adhon)

Rocky Gerung (Foto Dok. Nusantaranews/Adhon)

NUSANTARANEWS.CO, Depok – Sejumlah media pers internasional diprediksi bakal turun ke Indonesia mengawal pertemuan IFM-World Bank yang akan digelar di Bali, 8-14 Oktober 2018. Kedatangan para pers internasional menjadi perhatian sendiri bagi akademisi dan pengamat politik Rocky Gerung. Perhatiannya terkait rasa penasaran dirinya kepada presiden Jokowi saat menghadapi pertanyaan dari para jurnalis tersebut.

“Jadi persnya juga akan hadir di Bali. Dan saya sudah bisa tangkap gimmick dari pers dunia yang akan sinis pula melihat body language, intonasi, retoriks presiden (Jokowi). Karena setiap kali presiden diwawancara di tingkat internasional ia dibully pertama kali oleh pers dunia, bukan pers Indonesia yang justru masih punya etika pancasilais,” kata Rocky Gerung beberapa waktu lalu (5/10/2018) di kawasan Depok, Jawa Barat.

Rocky mengungkapkan karakter pers dunia, memiliki pandangan objektif terjadap sumber yang menjadi objek. Dengan kata lain, kata Rocky, kalau apa yang disampaikan ngawur ya akan diberikatan sesuai realitasnya.

“Kalau pers dunia gak peduli. Kalau ngaco ya ngaco. Setiap kali presiden bicara di forum internasional, IQ nasional turun 10 poin,” ungkap Rocky.

“Itulah mengapa ada baiknya, saya gelisah dengan forum internasional (ini),” kata dia.

Baca Juga:
Meski Nyaris Tak Mungkin, Ada Dua Alasan IMF Tunda Pertemuan di Indonesia
Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Disebut Berikan Dampak Positif bagi Perekonomian Bali
Menko Luhut: Peserta Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Sekitar 32 Ribu Orang

Rocky Gerung mengaku penasaran, apa yang akan disampaikan Presiden RI di forum internasional IMF-World Bank. “Sebentar lagi akan ada pertemuan IMF. Apa yang akan dibicarakan presiden Republik Indonesia di dalam forum internasional itu? Apakah akan disediakan kertas, yang kemudian akan salah dibaca atau? Prediksi saya itu,” ujarnya.

Alasannya kata Rocky, “Karena ada splendid kebodohan yang dipamerkan setiap ada pertemuan internasional.”

“Saya gak nyebar hoax. Saya benar benar, sungguh sungguh. Setiap kali saya ketemu diplomat asing dia pasti akan puji, jika Indonesia itu bermutu, sedang berkembang,” ujar Rocky.

Dirinya melanjutkan. “Begitu, satu meja makan, dia (diplomat asing) kemudian mulai berbisik bisik, kenapa stunting tinggi sekali? Dua juta anak Indonesia punya potensi bodoh di masa depan karena kurang gizi.”

Dari situlah, kemudian akan dibuka persoalan yang sebenarnya. “Tapi ini pendapat pribadi saya! Basa basi diplomatik,” ungkap pria yang pernah mengajar ilmu filsafat di UI.

Menurut Rocky, dalam forum dunia internasional, basa basi diplomatis merupakan hal yang lumrah terjadi. Karenanya ia mengatakan bahwa sebuah forum internasional lazim dipakai sebagai momentum diplomasi bosa basi.

“Jadi apa yang bisa kita pegang dari data makro yang setiap hari diucapkan oleh pemerintah? Faktanya dunia internasional memilih kami!” “Iya,” jawab Rocky. Tapi lanjut dia, “Forum itu diplomasi bosa basi. Coba makan siang sama dia berdua dan dia akan buka seluruh kebobrokan negeri ini,” terangnya.

Editor: Romadhon

Advertisement

Terpopuler