Connect with us

Mancanegara

Pertempuran Tentara Turki dan AS di Manbij Tak Terhindarkan

Published

on

Tentara Turki yang beroperasi di perbatasan Turki-Suriah. Foto: Ilyas Akengin/AFP/Getty Images

NUSANTARANEWS.CO – Direktur Staf Gabungan AS Letnan Jenderal Kenneth McKenzie tampaknya harus turun tangan langsung untuk berkoordinasi dengan pejabat tinggi Ankara menyusul rencana perluasan operasi tentara Turki hingga ke Kota Manbij di kawasan Timur Aleppo, Suriah.

Dengan sikap ngotot Turki, tampaknya pertempuran dengan tentara AS di Manbij sulit dihindari. Pasalnya, Manbij yang terletak sekitar 100 kilometer timur kota Afrin, sebuah wilayah yang diincar tentara Turki untuk memburu YPG Kurdi.

Seperti diketahui, militer Turki sudah sepekan melancarakn operasi militernya yang bertajuk Operation Olive Branch di Afrin. Turki menganggap YPG dan PYD adalah kepanjangan tangan dari PKK, kelompok militan Kurdi yang telah memberontak selama 30 tahun terakhir di tenggara Turki.

Jika operasi militer Turki merangsek ke Manbij, meraka akan berhadap-hadapan langsung dengan tentara AS yang telah ditempatkan di sana sejak maret 2017 lalu. AS sengaja menjadikan Manbij sebagai salah satu pusat komandonya guna mencegah terjadinya pertempuran antara militan Kurdi, yakni YPG dan SDF.

Selama perang Suriah, YPG dan SDF (Pasukan Demokratik Suriah) mendapat dukungan penuh dari AS, terutama peralatan pertempuran.

Sumber: IHS Conflict Monitor/BBC

Sumber: IHS Conflict Monitor/BBC

Pasukan YPG dilaporkan juga sudah berada di garis depan untuk menjaga kemungkinan operasi Turki meluar ke Manbij.

Di sisi lain, Ankara sudah berulang kali memperingatkan AS agar menjauhkan diri dari YPG Kurdi dan tak lagi mendukungnya. “Atau mengambil risiko menghadapi pasukan kami (Turki) di lapangan (perang) di Suriah,” kata Jubir Presiden Erdogan.

Belakangan, Pentagon melunak. Senjata-senjata yang dkirimkan ke YPG, kata pihak Pentagon, sedang dilacak keberadaannya sembari melakukan diskusi terus-menerus dengan Turki.

“Kami tengah melacak dengan cermat senjata-senjata yang kami kirim ke mereka, dan kami akan melakukan langkah yang sangat hati-hati dan semaksimal mungkin agar tidak jatuh ke tangan yang salah. Kami juga terus berupaya melakukan diskusi dengan Turki,” kata Letnan Jenderal Kenneth McKenzie.

Baca Juga:  Manbij, Front Baru Perang Penghancuran Suriah

Mantan Komandan Marinir AS ini mengingatkan Turki bahwa operasi di Afrin tidak akan membantu perperangan melawan ISIS. Apalagi jika operasi Turki sampai masuk ke kawasan Manbij, malah justru akan mengancam usaha AS di timur laut Suriah, sekaligus bisa membuat konfrontasi langsung dengan tentara AS yang ditempatkan di kawasan Manbij. (red)

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler