Connect with us

Rubrika

Persoalan BPNT Tak Kunjung Selesai, Bank Mandiri Sumenep Didemo Mahasiswa

Published

on

Aksi mahasiswa di depan Kantor Cabang Bank Mandiri Sumenep. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Mahdi)

Aksi mahasiswa di depan Kantor Cabang Bank Mandiri Sumenep. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Mahdi)

NUSANTARANEWS.CO, Sumenep – Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Wiraraja (UNIJA) melakukan aksi demontrasi, serta melakukan tabur bunga dan bakar kemennyan di depan Kantor Cabang Bank Mandiri Kabupaten Sumenep, Kamis (22/1/2020).

Kedatangan puluhan mahasiswa itu dalam orasinya meminta Bank Mandiri sebagai penyalur lebih profesional dalam penanganan bantuan pangan non tunai (BPNT) di Kabupaten Sumenep. Pasalnya yang telah terjadi banyak beras yang sudah berkapang bau apek yang di salurkan kepada keluarga penerima manfaat (KPM).

Serta mereka meminta kepada pihal Bank Mandiri jangan menjadi mafia dibalik penyeluran BPNT. Dalam aksinya juga membawa poster yang bertuliskan ‘BPNT untuk apa dan siapa’?.

Penyampaian orasi para mahasiswa tidak berlangsung lama, massa aksi melanjutkan perjalanannya menuju Kantor Bupati Sumenep untuk menemui tim kordinator (Tikor) Kabupaten.

Sementara itu Kepala Cabang Bank Mandiri Sony Minarsa menyampaikan tidak ada tendensi apapun, serta keberpihakan kepada siapapun terkait penyaluran BPNT. Ia menyampaikan siapapun yang tidak sesuai dengan jalur operasional dan pedoman umum serta aturan yang diamanahkan oleh tikor kabupaten, pihak Bank Mandiri harus tegas dalam kedisiplinan, termasuk kepada e-warung mandiri.

“Jika ada e-warung tidak dapat menjalanlan amanah tikor memang kami disiplinkan,” ujur Sony.

Kata Sony hasil rapat sebelumnya dan menjadi amanah tikor harus mengambil beras dari Bulog apapun yang terjadi karena sudah menjadi keputusan bersama. Namun, seiring berjalannya waktu Bulog tidak menepati 6 T secara sempurna. Yaitu tepat sasaran, jumlah, waktu, kualitas, harga, dan administrasi.

Sehingga rapat tikor terakhir memutus kerja sama dengan Bulog termasuk dengan para suplayer. Saat ini para e-warung berhak untuk memilih suplayer sendiri yang terpenting dapat memenuhi 6 T. “Saat ini kerja sama dengan Bulog diputus, karena tidak bisa memenuhi 6 T,” tandasnya.

Baca Juga:  Hadapi Dinamika Laut China Selatan, Penguatan Bakamla RI Sebuah Keniscayaan

Pewarta : M. Mahdi
Editor: Ach. Sulaiman

Loading...

Terpopuler