Connect with us

Ekonomi

Perkuat Pertahanan Negara Dengan Meningkatkan Ketahanan Pangan

Published

on

Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya Kolonel Inf Piek Budyakto. Foto PenRem 081
Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya Kolonel Inf Piek Budyakto. Foto PenRem 081

NUSANTARANEWS.CO, Madiun – Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya Kolonel Inf Piek Budyakto menegaskan bahwa pangan merupakan komuditas yang sangat penting dan strategis bagi Indonesia. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Pembinaan Ketahanan Pangan antara Makorem 081/Dsj bersama para Staf Korem, Kasdim, Pasiter, Danramil dan para Babinsa jajaran, Rabu (17/5/2017).

Khususnya, kata dia, untuk pertahanan Negara. Mengingat pangan merupakan kebutuhan yang sangat mendasar bagi seluruh manusia yang harus dipenuhi baik oleh Pemerintah maupun masyarkarat.

“Berbagai upaya telah diprogramkan dan dilakukan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah serta berbagai pihak pelaku pertanian. Namun akibat dampak perubahan iklim atau pemanasan global yang mengakibatkan sering terjadinya Bencana Alam serta keterbatasan akan lahan pertanian yang semakin sempit.”

Hal itu terjadi, kata Budyakto, lantaran alih lahan pertanian menjadi perumahan maupun tempat industri. Selain itu juga dikarenakan semakin padatnya jumlah penduduk yang mengakibatkan krisis pangan dimana pertumbuhan penduduk tidak sebanding dengan kebutuhan pangan yang dihasilkan, (sesuai pendapat Malthus) bahwa pertumbuhan penduduk jauh lebih cepat dari bahan makanan.

“Akibatnya pada suatu saat akan terjadi perbedaan yang besar antara penduduk dan kebutuhan hidup. Di mana, sesuai dengan dalil yang dikemukakan oleh Malthus bahwa jumlah penduduk cenderung untuk meningkat secara geometris (deret ukur). Sedangkan kebutuhan hidup riil dapat meningkat secara arismatik (deret hitung),” kata Budyakto.

Sehingga, tambah dia, menyebabkan terganggunya Produktifitas pangan Nasional dan mendorong pemerintah melaksanakan perubahan paradigma kebijakan pembangunan Nasional di bidang pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan.

Sebagai narasumber Kabid Tanaman Holtikultura Dinas Pertanian Dan Perikanan Kab Madiun, Sumanto, menyimpulkan bahwa, pengembangan usaha hortikultura berfungsi ekonomi, ekologi, dan sosial.

Baca Juga:  Waaster KSAD dan Menteri Amran Sulaiman Tinjau Lokasi Panen Raya di Tuban

“Fungsi ekonomi, yaitu meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat serta penguatan perekonomian nasional. Kemudian, fungsi ekologi, yaitu membantu kelestarian lingkungan hidup, meminimalkan pemanasan global, serta meningkatkan kualitas kehidupan,” kata Sumanto.

Selain itu, sambung Sumanto, untuk fungsi sosial, meningkatkan interaksi masyarakat, memelihara kearifan lokal, mengembang kan budaya adiluhung, serta pemahaman dan penghayatan tentang manfaat hortikultura.

Sekadar diketahui, komoditas hortikultura berpotensi ekonomis karena permintaan yang tinggi dan pertumbuhannya yang meningkat, (PenRem 081).

Editor: Achmad Sulaiman

Loading...

Terpopuler