Connect with us

Berita Utama

Peringati HSN, Emil Dardak Sapa Kyai Dan Santri Di Banyuwangi

Published

on

Peringati HSN, Emil Dardak Sapa Kyai Dan Santri Di Banyuwangi

Peringati HSN, Emil Dardak sapa Kyai dan Santri di Banyuwangi

NUSANTARANEWS.CO, Banyuwangi – Terus bekerja keras membesarkan Demokrat di Jatim dengan bersilaturahmi dengan Tokoh Agama dan masyarakat, Plt Ketua Demokrat Jatim Emil Dardak merayakan Hari Santri Nasional (HSN) bersama dengan Forum Komunikasi Kyai Langgar (FOKKAL) Banyuwangi merayakan Hari Santri Nasional (HSN) 2021. Acara yang dihelat sejak tiga hari sebelumnya itu juga dimaksudkan untuk mendorong aktualisasi bakat santri lewat berbagai lomba-lomba.

Kegiatan ini tampaknya mendapat apresiasi oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang juga ikut dalam acara tersebut secara virtual

Dalam sambutannya Emil menjelaskan, perayaan HSN ini merupakan bentuk penghargaan kepada santri dan kiai yamg ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan RI. Emil berharap agar semangat santri dan kiai bisa menjadi tauladan untuk dilaksanakan.

“Kami mengapresiasi sangat luar bisa karena santri dan kiai bekerja luas biasa mewujudkan kemerdekaan,” kata pria yang menjabat sebagai Wakil Gubernur (Wagub) Jatim itu, di Banyuwangi Senin malam (25/10) .

Emil berharap agar semangat dan militansi dari para santri itu bisa diteladani oleh kader Partai Demokrat. “Tugas partai Demokrat di Banyuwangi tidak sederhana. Karena itu kita berharap agar ada tuntunan kiai dan bu nyai agar partai semakin solid,” harap Emil.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada kiai dan santri yang berjuang keras mempertahankan kemerdekaan NKRI. Dia juga mengapresiasi para kiai dan santri yang hadir dalam acara tersebut.

“Partai Demokrat Insyaallah istiqomah untuk menegakkan komitmennya, berkoalisi dengan rakyat. Tentu dalam konteks ini kami juga ingin selalu dekat dengan para alim ulama dan kalangan pesantren. Insyaallah partai Demokrat yang memiliki garis nasionalis religius bisa terus hadir ditengah-tengah masyarakat,” kata AHY.

Baca Juga:  Didominasi Tenaga Didik, Wagub Jatim Serahkan SK kepada CPNS Formasi 2019

AHY juga meminta agar kader partai Demokrat meneladani sikap tawadlu santri kepada kiai, menjadikan contoh sikap kiai dan santri yang gigih mempertahankan NKRI dan kemerdekaan. Kader Demokrat juga harus meneladani sifat-sidfat Rasululallah SAW. “Mari kita meneledani sikap Rasullullah. Dan kegigihan kiai serta santri dalam memperjuangkan NKRI harus dijadikan semangat kita,” pungkasnya.

Dalam acara itu, AHY juga menyapa Emil Dardak secara khusus. Dia meminta agar kader demokrat solid bekerja untuk masyarakat. AHY juga memberikan apresiasi kepada Emil dan Michael atas langkah proaktif menjalin sinergi dengan para kyai.

Sementara, pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Sina Banyuwangi, KH. Maskur Ali selaku Ketua Dewan Pertimbangan menyampaikan dukungan serta apresiasi kepada partai Demokrat yang telah konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat.

Kyai Masykur Ali yang pernah tiga periode menjadi ketua PCNU Banyuwangi menyatakan sekitar 160 kyai berlabuh ke Demokrat karena keteguhan posisi Demokrat berkoalisi dengan rakyat tanpa tergiur kekuasaan. “Alhamdulillah kurang lebih 160 kyai pengasuh pondok pesantren dan kyai langgar di Banyuwangi bergabung di Partai Demokrat Kabupaten Banyuwangi. Para kyai punya alasan bahwa tadi sempat disampaikan oleh Mas Ketum yang namanya partai Demokrat keberpihakannya kepada rakyat, dibuktikan berkoalisi dengan rakyat,” ungkapnya.

Kyai Masykur Ali juga menambahkan bahwa para kiai selalu mendoakan AHY dan Bapak SBY agar selalu diberikan kesehatan dan umur panjang. Bahkan ia berharap, pada Pemuli 2024 mendatang, AHY dapat menjadi presiden Republik Indonesia.

Harapan serupa juga diutarakan santri bernama Aditya Putra, ia ingin AHY menjadi pemimpin bangsa dan Demokrat bisa menyalip partai-partai lain, bahkan menyarankan agar bisa mengikuti jejak langkah Gus Dur yang menjadi pemimpin melalui strategi koalisi yang tepat meskipun saat itu PKB bukan peraih suara terbanyak di Pemilu 1999. (Setya)

Baca Juga:  Militer Turki Belajar Mengoperasikan Sistem S-400 di Rusia

Loading...

Terpopuler