Connect with us

Lintas Nusa

Peringatan HAI 2016, Menko PMK Dorong Program Kampung Leterasi dan Desa Vokasi

Published

on

Menko PMK, Puan Haharani /Foto ilustrasi /liputan6

Menko PMK, Puan Haharani /Foto ilustrasi /liputan6

NUSANTARANEWS.CO – Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-51 tahun ini, sesuai rencana diselenggarakan di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis, 20 Oktober 2016 dengan tema: Literasi dan Vokasi untuk Pembangunan Berkelanjutan. Kegiatan bertujuan memberantas tuna aksara di Indonesia ini digelar di Halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Kota Palu.

“Tema HAI 2016 ini merupakan upaya inspiratif kepada hadirin untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan keaksaraan sebagai fondasi gerakan pemberdayaan masyarakat, bukan sekedar gerakan pemberantasan buta aksara semata,” papar Deputi bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK, Agus Sartono mewakili Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani saat sambutan seperti dikutip dari laman resmi kemenkopmk.go.id.

Menko PMK memaparkan bahwa program “Kampung Literasi” dan “Desa Vokasi” yang sedang dijalankan saat ini, dimaksudkan untuk mengembangkan sumber daya manusia dan lingkungan yang dilandasi oleh nilai-nilai budaya dengan memanfaatkan potensi lokal.

“Melalui program ini diharapkan dapat membentuk kawasan desa yang merupakan sentra vokasi, dan terbentuknya kelompok-kelompok usaha yang memanfaatkan potensi sumber daya dan kearifan lokal. Secara lebih khusus ke daerah-daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Sebab, data statistik kita menunjukan bahwa masyarakat di kawasan tersebut masih banyak yang tuna aksara,” terang Menko PMK.

Dengan demikian, tambahnya, warga masyarakat dapat belajar dan berlatih menguasai keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja dan menciptakan lapangan kerja sesuai dengan sumber daya yang ada di wilayahnya. “Sehingga taraf hidup masyarakat semakin meningkat,” tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, Menko PMK mengajak para hadirin untuk berkontribusi dalam upaya meningkatkan keberkaksaraan. Pertama, setiap orangtua perlu mengenalkan aksara sejak dini. “Perkenalan pertama anak-anak kita pada aksara adalah dengan merangsang ketertarikannya pada bacaan. Orangtua dapat membacakan cerita untuk anak-anaknya dengan memberikan alokasi waktu khusus membacakan cerita untuk anak.

Baca Juga:  Menteri Puan Ajak Masyarakat Dukung Atlet Asal Indonesia di Asian Games 2018

Kedua, lanjut Menko PMK, sekolah perlu membuka diri menjadi agen perubahan (agent of change) keberaksaraan. Caranya adalah dengan berkolaborasi bersama warga sekitar untuk mengelola kegiatan membaca baik di perpustakaan atau fasilitas membaca yang sudah ada.

“Perpustakaan dan sekolah yang lebih terbuka dan bersahabat adalah langkah penting menumbuhkan kecintaan aksara di lingkungan kita. Perpustakaan boleh sederhana tetapi kegiatan di dalamnya menghasilkan manfaat bagi banyak warga,” tandasnya. (Riskiana/Red-02)

Loading...

Terpopuler