Connect with us

Budaya / Seni

Perempuan Bersayap Puisi dan Melodi Rindu untuk Rads

Published

on

Doa Penantian Gadis Matahari. (Ilustrasi: Dancing In The Sun by Martin Capek/Fine Art America)

Doa Penantian Gadis Matahari. (Ilustrasi: Dancing In The Sun by Martin Capek/Fine Art America)

Puisi Ahmad Irfan Fauzan*

 

PEREMPUAN BERSAYAP PUISI

:nur halimah

 

perempuan bersayap puisi, kau begitu puitis dari

selembar susunan diksi,

senyum indahmu yang tergurat di balik

niqab—selalu memesona pandang mataku

kerut manis di antara pelipis matamu

menjadi lukisan indah tuhan!

 

kau yang menjelma kupu-kupu pelangi

mengitari taman kalbuku

segenap asa kutumpahkan di kolam tuhan

segalanya semoga kenyataan!

 

Serang, 2017

 

MELODI RINDU UNTUK RADS

 

angin resah membelai jiwaku

menghantarkan alunan namamu

yang saban hari kusebut berulang

di dalam dadaku dan embus napas

malam telah memeluk hatiku yang resah,

yang goyah, ditikam gelebah

 

hawa dingin kian berjatuhan

rembulan mengintip manja

dan aku masih menafsirkanmu

memandang lesungmu,

sesekali, berkaca pada telaga korneamu

kekasihku, kuingat kau penuh nikmat

 

untukmu yang paling berharga

mendengar manjamu pengobat dahaga

sekadar berkata kuterbata

 

pinggulmu bagai gunung rinjani

menjadi tempat meneduhkan naluri

 

wanita dengan senyum termanis

kupandangi rautmu,

kupandangi senyum itu

dan aku lupa kepada dunia

dan dosa

 

Serang, 2017

 

 

BISA APA

 

Meraba ku tak bisa

Melihat ku tak ada daya

Mengenggam ku tak kuasa

Merengkuh apa aku bisa

Memelukmu mustahil adanya

 

Ku hanya serumpun ilalang yang tumbuh diantara sela’sela

Sedang kau sekuntum bunga yang hidup dengan segalanya

Semuanya yang kau punya ku tak punya

Tak ada asa bagiku yang tak berguna

Dan takan tercipta cinta untukmu yang jauh berbeda

Hanya ada rasa yang lambat laun akan sirna

Baca Juga:  Pelepasan dan Penyambutan Kapolrestabes Surabaya Digelar di Korem Bhaskara Jaya

 

Bersamamu hanya angan saja

Bersatu denganmu khayalan semata

Biarkan rasa sirna tanpa bersemi dalam dada

Biarlah asa tak ada dalam jiwa

Mendengar mekarmu saja bahagia ku tercipta

Tanpa harus memilikimu yang terlalu sempurna

 

Jakarta, 2015

 

 

SUNYI

 

Malam begitu cepat menyetubuhi pikiranku

Angan dihempas angin

Wajah kekasih sirna pelan-pelan

Rindu telah membiru

Hatiku beku.

 

Serang, 2017

 

 

YANG TAK TERUCAP

 

perempuan bergamis hujan

memandangmu penuh kenikmatan

kata-kata sirna

berujung di muara

hati dan indra menyatu

memelukmu doa merayu

 

yang tak terucap dari bibir

kelak mengalir bagai air

bersama harapan yang tumbuh

seiring lelaku doa perteguh

 

Serang, 2017

*Ahmad Irfan Fauzan dilahirkan di Brebes 20 Desember 92, sangat menyukai menulis. Karyanya dimuat dalam berbagai antologi bersama, dan di Nusantaranews, majalah simalaba, majalah suluh dan wartalambar.

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Loading...

Terpopuler