Connect with us

Hukum

Perdagangan Manusia Dinilai Masih Jadi Ancaman

Published

on

Stop Kekerasan Terhadap Perempuan. Foto Ilustrasi/IST

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada pertemuan High Level Meeting on the Appraisals of Global Plan of Action on Trafficking in Persons mengakui bahwa saat ini perdagangan manusia (human trafficking) masih menjadi masalah serius di dunia.

“Kejahatan perdagangan orang masih menjadi ancaman besar bagi semua bangsa, sehingga diperlukan aksi bersama untuk memberantasnya,” keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jum’at (29/9/2017).

Sebagai salah satu negara asal korban perdagangan orang, Indonesia telah mengimplementasikan Global Plan of Action on Trafficking in Persons yang disepakati PBB tahun 2010. Indonesia telah menjadikan upaya pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) sebagai salah satu agenda prioritas nasional.

Dalam High Level Meeting tersebut, Retno menegaskan kembali komitmen Indonesia dalam meningkatkan upaya pemberantasan TPPO dan perlindungan korban di berbagai lini, baik di tingkat nasional, bilateral, regional maupun multilateral.

Di tataran nasional, Menlu Retno menegaskan bahwa berbagai langkah komprehensif dan extra miles melawan TPPO yaitu melalui: pembentukan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (GT PPTPPO); penerapan minimum threshold dalam identifikasi korban; meningkatkan kapasitas petugas konsuler di perwakilan RI di seluruh dunia; membangun rumah perlindungan bagi para korban; membentuk e-protection sebagai basis data kasus-kasus; serta penegakan hukum TPPO melalui metode penelusuran uang.

Pada konteks bilateral, Indonesia terus melakukan diplomasi dan negosiasi kepada negara-negara tujuan korban perdagangan orang asal Indonesia di Asia dan Timur Tengah. Tujuan utamanya utk meningkatkan kerja sama bilateral terutama melalui pembentukan Nota Kesepahaman dan perjanjian Bantuan Timbal Balik.

Pewarta/Editor: Romandhon

Loading...

Terpopuler