Mancanegara

Perang Yaman: Ketika Drone Drone Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Berguguran

erang Yaman: Ketika drone drone pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi berguguran.
Perang Yaman: Ketika drone drone pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi berguguran/ Foto: Wing Loong buatan Cina ditembak jatuh saat terbang di langit provinsi barat laut Hajjah dengan rudal darat ke udara.

NUSANTARANEWS.CO – Perang Yaman: Ketika drone drone pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi berguguran. Dalam sebuah pernyataan baru-baru ini, Brigjen. Jenderal Yahya Sari, juru bicara Houthi, mengatakan bahwa 1.283 personel koalisi pimpinan Saudi, termasuk 74 tentara Saudi dan 75 tentara Sudan, tewas atau terluka pada Januari lalu, katanya Jum’at (5/2). Yahya juga mengklaim telah menembak jatuh enam pesawat tak berawak pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.

Selama Januari, lanjut Yahya, pasukan Yaman berhasil berhasil menghancurkan dan merusak 92 kendaraan lapis baja.

Sejauh ini, agresi pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi boleh dibilang gagal kalau tidak mau dikatakan kalah dalam Perang Yaman. Gagal mencapai tujuan yang dideklarasikan pada setengah dekade lalu. Hari ini, Houthi masih menguasai ibu kota Yaman, Sanaa, dan sebagian besar garis perbatasan dengan Arab Saudi.

Apalagi Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang baru terpilih telah menghentikan dukungan untuk operasi militer koalisi Arab Saudi di Yaman dan menghentikan penjualan senjatanya. Namun operasi militer koalisi tampaknya terus berlanjut terhadap negara yang kaya sumber daya alam itu.

Menutup tahun 2020, para pejuang Houthi berhasil menembak jatuh pesawat tak berawak buatan Cina yang dioperasikan oleh pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi di atas provinsi Ma’rib. Drone CH-4 milik Royal Saudi Air Force tersebut jatuh dihantam rudal, lapor jaringan televisi al-Masirah Yaman milik Houthi.

Baca Juga:  Argentina dan Iran Bergabung, BRICS Mulai Bergeliat

Dalam rekaman gambar terlihat para pejuang Houthi berkumpul di sekitar pesawat yang memiliki rentang sayap 18 meter. Drone tempur berat buatan Cina Aerospace Science and Technology Corporation tersebut dapat membawa enam rudal dan muatan hingga 345 kilogram.

Sebelumnya, drone-drone pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi pun telah berguguran di medan perang Yaman. Pada bulan April 2015, drone pengntai EMT Luna X-2000 buatan Jerman menjadi tumbal pertama. Bulan Juli, UAV Seeker 400 buatan Afrika Selatan yang mampu membawa 2 rudal berpemandu laser ditembak jatuh. Pada Oktober, drone Insitu ScanEagle buatan AS ditembak jatuh oleh pasukan Yaman ketika terbang diatas daerah Kataf, di wilayah pegunungan sekitar 240 kilometer dari ibukota Sanaa.

Pada 30 April 2016, sebuah pesawat tanpa awak (UAV) buatan Jerman EMT Luna X-2000 milik Arab Saudi jatuh dan dikuasai oleh militer Houthi di provinsi Yaman barat laut Sa’ada.

16 September 2016, Kementerian Pertahanan Yaman mengkonfirmasikan penembakan sebuah pesawat tanpa awak militer Arab Saudi. Televisi Al-Mayadeen melaporkan, unit teknis militer Yaman berhasil menjebak dan menembak jatuh sebuah drone militer Saudi di provinsi Najran, selatan Arab Saudi.

27 Februari 2017, Tentara Yaman dan milisi lokal dilaporkan telah menembak jatuh dua buah drone milik Arab Saudi. Drone yang ditembak jatuh diketahui adalah drone mata-mata. Seorang sumber tentara Yaman mengatakan, dua drone tersebut ditembak jatuh di dua wilayah yang berbeda. Salah satunya ditembak saat terbang di atas pangkalan udara Fariza di wilayah Jizan.

Baca Juga:  Tragedi Bucha adalah False Flag

14 Februari 2017, sebuah drone milik Amerika Serikat (AS) yang membawa informasi sistem geolokasi rahasia dilaporkan telah ditembak jatuh di Provinsi Marib, Yaman. Media lokal menyebutkan, drone itu ditembak jatuh oleh pasukan kelompok Houthi di Distrik Sirwah. Media lokal memublikasikan sebuah foto yang memperlihatkan drone yang ditembak dalam keadaan terbakar bersama dengan foto sistem geolokasi GILGAMESH yang digunakan Komando Operasi Khusus Gabungan militer AS.

30 Mei 2017, Militer dan milisi rakyat Yaman melaporkan berhasil menembak jatuh sebuah drone mata-mata Arab Saudi di sebelah utara gurun Midi yang terletak di provinsi Hajjah di wilayah barat Yaman.

1 Oktober 2017, drone MQ-9 militer AS dilaporkan telah ditembak jatuh di wilayah barat Yaman. Insiden ini masih dalam penyelidikan sebagaimana dilansir CNN.

19 Februari 2018, pasukan Yaman kembali menembak jatuh drone Saudi yang melakukan misi pengintaian di wilayah barat laut Sa’ada. Sumber militer Yaman mengungkapkan bahwa drone ditembak jatuh oleh tentara Yaman, di kawasan al-Buqa.

15 Maret 2018, sebuah drone pengintai militer Arab Saudi berhasil dilumpuhkan oleh militer Yaman saat melintas di area perbatasan Arab Saudi dan Yaman di Asir sebagaimana dilansir oleh jaringan televisi berbahasa Arab, al-Masirah.

MQ-9 buatan AS yang tertembah jatuh di Yaman.

20 Agustus 2019, drone MQ-9 buatan AS ditembak jatuh di atas wilayah Dhamar, di sebelah tenggara ibukota Sana’a. Sebelumnya pada 6 Juni, MQ-9 AS yang lain juga telah ditembak jatuh.

Baca Juga:  Menyaksikan Kebangkitan BRICS dan Berakhirnya Pax Americana

1 November 2019, dilansir Associated Pres, drone ScanEagle buatan AS kembali ditembak jatuh di wilayah Yaman bagian utara, dekat perbatasan Arab Saudi. Tepatnya di Provinsi Asir.

30 November 2019, kali ini pengintai tanpa awak Wing Loong buatan Cina ditembak jatuh saat terbang di langit provinsi barat laut Hajjah dengan rudal darat ke udara.

5 Desember 2019, kembali drone ScanEagle buatan AS ditembak jatuh saat mengumpulkan data intelijen di atas wilayah perbatasan Arab Saudi di Najran, seperti dilaporkan media Rusia Sputniknews

30 November 2019, pasukan pertahanan udara Yaman berhasil menambak jatuh drone serang Wing Loong 2 buatan Cina yang mampu menjalankan misi pemboman selain pengintaian. 3 drone serang jenis ini dilaporkan berhasil dihancurkan oleh pasukan Houthi. Pertama pada 2016 dan 2 lagi pada 2019.

Tak ketinggalan, pesawat tak berawak “Schiebel S-100 Helicopter” buatan Austria milik Angkatan Udara UEA – menjadi drone paling banyak dijatuhkan di medan perang Yaman. Tecatat 6 ditembak jatuh, yang pertama pada Agustus 2015, dan yang terakhir ditembak jatuh pada Juni 2019.

Bukan saja drone udara, militer Houthi pun berhasil melumpuhkan drone laut milik pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi. Dalam sebuah rilis video singkat tampak Angkatan Laut Houthi melumpuhkan drone bawah air Remote Environmental Measuring UnitS (REMUS) 600 yang dibangun Kongsberg Maritime.

Angkatan Laut Yaman mengatakan drone kapal selam tersebut merupakan milik koalisi pimpinan Arab Saudi. Namun tidak ada pernyataan dari koalisi menanggapi kabar tersebut. (Agus Setiawan)

Related Posts

1 of 449