Kesehatan

Penyebab Angka Kematian Ibu Hamil dan Penangannya

NUSANTARANEWS.CO – Menjalani kehamilan yang sehat dan kemudian melahirkan bayi yang sempurna merupakan impian semua wanita. Namun, kenyataan yang terjadi tidak selalu sejalan dengan impian semua wanita dalam menjalani kehamilan mereka masing-masing. Faktanya, angka kematian ibu hamil (AKI) di Indonesia masih tergolong tinggi.

Millenium Development Goals (MDGs) atau Tujuan Pembangunan Milenium adalah Deklarasi Milenium hasil kesepakatan kepala negara dan perwakilan dari 189 negara Perserikatan Bangsa-bangsa yang dimulai September tahun 2000, berupa delapan butir tujuan untuk dicapai pada tahun 2015. Salah satu dari butir tujuannya ialah mengurangi angka kematian ibu melahirkan di negara anggota. Targetnya adalah tercapai kesejahteraan rakyat dan pembangunan masyarakat pada 2015. Menurut data statistik Indonesia AKI di Indonesia masih mencapai angka 57,9% pada tahun 2015. MDGs menargetkan AKI di Indonesia 2015 adalah 102 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Sementara itu berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, AKI sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup.

Baca Juga:  Produksi Unair, Jatim Digelontor Vaksin Inavac

Menurut Bidan Diah Oktavianingsih, ada beberapa penyebab kematian ibu melahirkan, yang pertama ialah pendarahan. Kehilangan darah dapat terjadi selama kehamilan, selama persalinan atau setelah persalinan (post partum). Perdarahan post partum yang menyebabkan kehilangan darah lebih dari 1.000 mL adalah penyebab utama kematian.

Kedua, eklampsia. Eklampsia merupakan komplikasi berat dari kondisi yang mendahuluinya, yaitu preeklampsia. Preeklampsia, juga dikenal sebagai toxemia kehamilan, ditandai dengan hipertensi (tekanan darah tinggi), proteinurea (protein dalam urin), edema (pembengkakan) umum, dan kenaikan berat badan secara tiba-tiba.

Ketiga, sepsis Maternal. Sepsis Maternal adalah infeksi bakteri yang parah, biasanya pada uterus (rahim), umumnya terjadi beberapa hari setelah melahirkan. Sepsis dapat menyebar dari rahim ke saluran tuba dan ovarium atau ke dalam aliran darah. Infeksi yang terjadi setelah melahirkan ini juga dikenal sebagai sepsis puerperalis. Terakhir adalah kurangnya faktor pelayanan kesehatan. Selama masa kehamilan ibu hamil jarang memeriksakan kondisi kesehatan ibu dan janin di pusat kesehatan yang tersedia, sehingga saat kondisi janin dan ibu yang tidak sehat tidak cepat teratasi dengan baik oleh peyedia pelayanan kesehatan.

Baca Juga:  Kasus Campak Meningkat, Gubernur Khofifah Imbau Masyarakat Waspada dan Segera Lengkapi Vaksinasi MR pada Anak

Bidan Diah menambahkan, untuk menekan AKI di Indonesia ibu hamil harus sadar akan pentingnya memeriksakan kesehatan di lembaga kesehatan yang terkait. Contohnya bidan, puskesmas, atau dokter kandungan. Dengan rajin memeriksakan kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan, saat ada indikasi yang dirasa tidak dalam kondisi baik dengan cepat dapat ditangani dengan baik. Selain itu, asupan gizi selama hamil pun harus sangat diperhatikan. Dengan rutin mengkonsumsi vitamin A, D, dan K serta asam Folat selama masa kehamilan, resiko kematian ibu hamil dapat ditekan dengan signifikan. (HRP)

Related Posts

1 of 2