Connect with us

Kesehatan

Pentingnya Menjaga Kesehatan Organ Intim Bagi Perempuan

Published

on

perempuan, alat reproduksi, alat vital perempuan, vagina, kebersihan vagina, kesehatan vagina, organ intim perempuan, organ reproduksi perempuan, menstruasi, haid, alat reproduksi wanita, bram pradipta, sequis, softex, nusantaranews

Sequis dan PT Softex Indonesia menggelar Healthy Talk Show bertajuk Kebersihan dan Kesehatan Area Kewanitaan. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Perempuan dinilai rentan terserang berbagai penyakit yang berhubungan dengan organ intim. Sehingga, penting bagi kaum perempuan memahami kondisi tubuh dan mengetahui risiko penularan penyakit yang biasanya sering terjadi pada umumnya.

Dalam rangka mengantisipasi berbagai penyakit yang menganggu tersebut Sequis bekerja sama dengan PT Softex Indonesia menggelar Healthy Talk Show bertajuk Kebersihan dan Kesehatan Area Kewanitaan. Bersama Softex Daun Sirih, Sequis menggandeng dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan dr Bram Pradipta dan Brand Representative PT Softex Indonesia Melina Scandinovita.

Baca juga: Kiat Sequis Bagi Perempuan: Siap Hadapi Risiko Komplikasi Kehamilan dan Kelainan Pada Kelahiran

Dikatakan, organ intim wanita berbentuk seperti tabung dan bersifat elastis, fungsinya sebagai organ penghubung organ reproduksi luar dan dalam seperti saluran darah haid, jalan lahir, dan sebagai pemeriksaan organ panggul utamanya pada saat hamil dan melahirkan. Organ vital wanita normal memiliki tingkat keasaman pH vagina saat normal 3,8-4,5. Kadar ph ini biasanya meningkat saat terjadi menstruasi.

Menurut dr Bram, alat reproduksi wanita harus dijaga kebersihannya dari basah dan lembab karena rentan terhadap infeksi. “Akibat dekatnya batas antara uretra dengan anus dapat menyebabkan kuman penyakit dapat masuk dengan mudah ke liang vagina seperti jamur, bakteri, parasit ataupun virus,” ujar dr Bram. Hal ini bisa terjadi karena area kewanitaan tidak bersih akibat penggunaan celana dalam yang tidak tepat, tidak diganti, atau basah.

Baca juga: Cegah Risiko Kesehatan Pada Perkawinan Usia Anak

Hal senada juga dikatakan Health Claim Senior Manager Sequis dr. Yosef Fransiscus. Menurutnya, terjadinya keluhan sakit pada organ intim perempuan biasanya dimulai karena tidak membiasakan diri menjaga kebersihan daerah intim. Misalnya, membiarkan pakaian dalam tetap digunakan dalam keadaan basah karena keringat atau keputihan atau tidak membersihkan sampai kering setelah buang air kecil.

“Basah dan lembab pada daerah selangkangan, kelamin dan sekitar pantat dalam jangka waktu yang lama dapat mengembangkan bakteri sehingga menyebabkan bau tak sedap atau infeksi,” ujarnya.

Untuk itu, dr Yosef menyarankan agar perempuan rajin menjaga daerah alat reproduksi wanita agar tetap bersih dan kering. (red/aly)

Editor: Ani MAriani & Novi Hildani

Advertisement
Advertisement

Terpopuler