Connect with us

Mancanegara

Pentagon Minta Pasukan Angkatan Darat AS Bersiap

Published

on

Angkatan Darat AS. (Foto: AP/Mindaugas Kulbis0

NUSANTARANEWS.CO – Menteri Pertahanan AS James Mattis menjelaskan sikap Pentagon mengenai krisis Korea Utara di tengah pernyataan kontroversial Presiden Donald Trump yang mengatakan di akun Twitternya bahwa hanya satu hal yang akan berhasil dalam menghadapi Pyongyang ketika sanksi tak efektif.

Banyak pihak menilai pernyataan Trump itu yang dimaksud tak lain adalah konflik militer alias perang.

Ketika ditanya mengenai strategi Pentagon untuk menyikapi Korea Utara, Mattis mengatakan dalam sebuah pertemuan tahunan dengan militer bahwa meskipun Washington berpegang pada sanksi ekonomi yang telah diterapkan dan langkah diplomasi, tak menutup kemungkinan AS mengambil langkah lain. “Angkatan Darat AS harus siap untuk memastikan bahwa kita memiliki opsi militer yang dapat dimungkinkan oleh Presiden kita jika dibutuhkan,” kata Mattis seperti dikutip Sputnik, Senin (9/10/2017).

“Korea Utara selalu berada di benak kita, dan anda tahu alasannya. Lalu apa yang akan terjadi ke depan? Baik anda maupun saya tidak bisa mengatakannya,” tambah Mattis.

Dia menekankan bahwa saat ini Washington masih menggunakan langkah diplomasi. Sebab, AS menurutnya masih berpegang kepada keputusan DK PBB. Hanya saja, DK PBB sudah dua kali berturut-turut menjatuhkan sanksi lebih keras terhadap Pyongyang soal peluncuran rudal balistik dan nuklirnya. Tapi, Kim Jong-un tampaknya tak bergeming.

“Komunitas internaisonal telah berbicara, itu berarti Angkatan Darat AS harus siap siaga,” kata Mattis.

Seperti diketahui, Donald Trump membuat sebuah pernyataan di twitternya yang menimbulkan beragan spekulasi terkait dengan masa depan krisis di Semenanjung Korea. Cuitan Trump banyak pihak yang menilai bahwa Presiden ke-45 AS itu menginginkan opso militer menyelesaikan krisis di Semenanjung Korea.

Situasi tambah memanas setelah muncul kabar bahwa Pyongyang kembali akan melakukan uji coba rudal balistik antar benua (ICBM) dalam waktu dekat ini.

(Editor: Eriec Dieda/NusantaraNews)

Loading...

Terpopuler