Politik

Penolakan Ustad Somad ke Hongkong, Dinilai Pelecehan terhadap WNI

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Penolakan Ustad Somad masuk ke Hongkong oleh otoritas setempat, setibanya di bandara akhir pekan lalu, mendapat perhatian serius dari Plt.Ketua DPR RI Fadli Zon. Menurutnya kejadian tersebut dianggap sebagai pelecehan terhadap warga negara Indonesia (WNI). Apalagi, lanjut dia, yang bersangkutan adalah ulama terkenal.

Fadli Zon mengaku kasus tersebut harus menjadi perhatian serius dari KJRI Hongkong dan juga Kementerian Luar Negeri Indonesia di Jakarta.

“Saya prihatin atas kejadian yang menimpa Ustad Abdul Somad di bandara Hongkong. Penolakan tersebut merupakan pelecehan terhadap WNI dan ulama sekaligus. Memang kewenangan ada pada otoritas setempat. Namun, ketika ada WNI yang sudah memenuhi syarat dan sah memasuki wilayah negara lain, tapi kemudian dideportasi, maka Kemlu RI harus menanyakan apa yang salah dari WNI tersebut,” ungkap dia dalam keterangannya, Selasa (26/12/2017).

Menurutnya langkah tersebut sebagai bagian dari upaya perlindungan terhadap WNI yang menjadi salah satu tugas prioritas Kemlu RI. Sebab, ditolaknya orang asing masuk ke suatu negara, alasannya beragam. Dan itu, lanjut Fadli Zon, biasanya diatur oleh regulasi khusus.

Baca Juga:  Rapimda Golkar di Tiga Kabupaten, Airlangga Capres, Sarmuji Cagub Jatim

“Kalau di Indonesia, kita punya UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Kemigrasian. Di situ terdapat 10 penyebab penolakan. Beberapa di antaranya mulai dari tak memiliki visa, keterangan palsu dalam dokumen, terlibat dalam makar, tercatat dalam daftar pencarian orang, hingga terkait dengan kelompok kejahatan internasional,” ujarnya.

Dirinya berpandangan, kalau dari aspek administrasi seperti visa, sepertinya bukan itu alasan yang melatarbelakangi penolakan Ustad Somad. Pasalnya, Indonesia dan Hongkong telah memberlakukan kebijakan bebas visa resiprokal.

“Inilah yang kemudian membuat jamaah beliau, dan sebagian masyarakat di tanah air, mempertanyakan alasan penolakan yang dialami Ustad Abdul Somad,” sambungnya.

Ini menyusul sebelumnya Ustad Somad baru mendapat perlakuan kurang pantas. Dengan adanya kejadian penolakan Ustad Somad oleh otoritas imigrasi Hongkong, hal memicu membuat masyarakat semakin berspekulasi mengenai faktor di belakangnya.

“Untuk itu, saya berharap Kementerian Luar Negeri RI, baik itu KJRI Hongkong maupun Kemlu di Jakarta, meminta penjelasan tertulis kepada otoritas terkait di Hongkong. Meski Ustad Abdul Somad bukan pejabat negara, beliau adalah WNI yang hak-haknya harus dilindungi. Tanpa diskriminasi. Pemerintah kita juga tetap perlu untuk meminta penjelasan atas penolakan tersebut, sebagai bagian dari upaya perlindungan WNI di luar negeri,” pungkasnya.

Baca Juga:  Ingatkan Kejayaan 32 Tahun Pimpin Indonesia, Sarmuji: Golkar Masih Ingat Cara Sejahterakan Rakyat

Pewarta: Gendon Wibisono
Editor: Romandhon

Related Posts

1 of 39