Connect with us

Peristiwa

Penjelasan KNKT Update Terbaru Pencarian CVR Boeing 737

Published

on

Ketua KNKT, Soerjanto Thahjono (Foto: NUSANTARANEWS.CO/Adhon)

Ketua KNKT, Soerjanto Thahjono (Foto: NUSANTARANEWS.CO/Adhon)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Komite Nasional Kecelakaan Terbang (KNKT) saat mengumumkan hasil laporan awal investigasi (preliminary report) Boeing 737 Max 8, menyinggung update terbaru dari pencarian Cockpit Voice Recorder (CVR) yang masih belum ditemukan.

“Sampai dengan laporan awal ini diterbitkan, Cockpit Voice Recorder (CVR) masih belum berhasil ditemukan dan kegiatan pencarian masih dilakukan,” kata pihak KNKT dalam keterangan persnya kepada redaksi, Rabu (28/11/2018).

Sebelumnya, Ketua KNKT, Soerjanto Thahjono mengumukan bahwa pihaknya bersama tim telah melakukan simulasi dan hasilnya CVR Boeing 737 yang dioperasikan Lion Air JT610 yang terjatuh ke dalam lumpur masih aktif dan bisa dideteksi.

Baca Juga:
Pengambilan Data Flight Record Lion Air JT610 Dibantu Tiga Negara
Kemenhub Enggan Publikasi Hasil Audit Khusus Terhadap Boeing 737 Max 8 Lion Air
Hasil Pemeriksaan Boeing 737 Ada yang Tak Fungsi Tapi Boleh Terbang

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memastikan jika keberadaan CVR masih aktif. “Kami bener bener ingin memastikan apakah pinker dari CVR ada apa tidak? Tapi kemarin sampai dilakukan simulasi kita kasih pinker kita ikat di pipa, kita masukkan ke dalam lumpur. Terus kita coba kita dengarkan, dan ternyata masih bisa dideteksi,” kata Soerjanto Tjahjono di gedung Kemenhub, Jakarta, Senin (12/11/2018).

Jadi, lanjut dia, asumsi selama ini bahwa kemungkinan pinker CVR ketika masuk lumpur tidak bekerja, ia tegaskan itu tidak benar.

“Artinya kalau pinker-nya tidak bekerja kemungkinan pada waktu pesawat mengalami ke celekaan. Si pinker ini tidak mengalami kerusakan,” ungkapnya.

Baca Juga:
Kalau CVR Lion Air Tak Ditemukan, Terpaksa Investigasi Pakai Data Seadanya
KNKT Umumkan Laporan Awal Investigasi Boeing 737, Ini Penjelasan Lengkapnya
KNKT Temukan Kerusakan pada Penunjuk Kecepatan Pesawat Lion Air

Jadi asumsi asumsi sebelumnya yang menyebut bahwa kemungkinan pinker di dalam lumpur tidak bisa di dengar itu sudah tidak benar.

“Kita sudah lakukan pengujian untuk melakukan percobaan bahwa meskipun di dalam lumpur tidak ada masalah,” tegasnya.

Saat ini, lanjut dia, pihaknya sudah menyusun trategi bagaimana untuk menemukan CVR. karena CVR, kata Soerjanto, sangat diperlukan di dalam investigasi.

“Karena informasi CVR sangat penting untuk kita kaitkan dengan data FDR yang sudah kita temukan,” terangnya.

Pewarta: Romadhon

Advertisement
Advertisement

Terpopuler