Ekonomi

Pengusaha Muda Sumenep: Masa Depan Bisnis Dunia Berada di Pertanian

Hairul Anwar Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumenep. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Mahdi)
Hairul Anwar Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumenep. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Mahdi)

NUSANTARANEWS.CO, Sumenep – Hairul Anwar pengusaha muda sukses menyebutkan bahwa masa depan ekonomi dunia berada dipertanian. Untuk itu dia mengajak anak muda bisa mengambil bagian dibidang ini.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumenep itu menjelaskan, manusia butuh makan, sumber makanan dari industri pertanian. Jika melihat sumber daya alam (SDA) di Indonesia sangat melimpah, tinggal bagaimana dikelola dengan baik, sehingga pertanian dapat menjawab segala kebutuhan masyarakat.

“Pertanian pasarnya sudah jelas, karena semua orang butuh makan, tinggal bagaimana pertanian kita ini butuh pengelolaan secara modern agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat banyak,” jelasnya, Sumenep, Jumat (7/2/2020).

Disamping itu, manusia di dunia terus bertambah banyak. Sehingga kedepan masa depan pertanian terus akan menjanjikan. Tinggal bagaimana peran anak muda bisa mengambil kesempatan ini dengan baik. Pertanian meliputi, pertanian sendirian, peternakan dan perikanan.

“Jika industri fashion dan lainnya, hanya industri turunan. Industri primer itu pertanian dan energi,” tegas Hairul.

Baca Juga:  Tak Signifikan Sumbang PAD, Komisi II DPRD Sumenep Soroti Keberadaan Toko Modern

Selain pertanian masa depan bisnis dunia juga dibidang energi. Dunia tanpa energi akan gelap gulita, kembali ke zaman batu.

“Bisnis yang sangat menjanjikan itu hanya dua yakni pertanian dan energi,” tegasnya.

Harul menyentil orang Indonesia lebih memilih industri yang gemerlap padahal masa jayanya hanya sementara. Jika terjun ke industri pertanian pasarnya akan bertahan lama sepanjang manusia hidup disitulah pasar pertanian juga akan hidup.

“Banyak anak mudah acuh terhadap pertanian walaupun mereka berasal dari keluarga petani, padahal bisnis didepan mata yang sangat menjanjikan itu pertanian,” ucap suami Noviana Citrayati itu.

Dia mencontahkan,  harga cabe dan bawang putih yang terus naik, hampir menyamai harga daging, tandanya produk pertanian menjadi kebutuhan komuditi yang tidak bisa dihindari oleh masyarakat.

“Ini contoh kecil, bahwa masa depan pertanian sangat menjanjikan untuk dijalankan,” kata Hairul.

Lebih lanjut, Hairul menyampaikan, untuk mendongkrak semangat petani  sangat dibutuhkan peran penyuluh pertanian lapangan (PPL). Seharusnya para PPL memberikan sosialisasi kepada masyarakat cara bertani, termasuk prosfek pertanian ke depan.

Baca Juga:  Rawan Pabrik Rokok Gulung Tikar, Kebijakan Simplifikasi Tarif Cukai di Indonesia Layak Dikaji Ulang.

“Seharus PPL di desa memberikan pendampingan kepada petani dari awal bercocok taman hingga panin, sehingga petani kita merasa terbantu, saat ini PPL terkesan berbeda dengan PPL tempo dulu.” urainya.

Pewarta: M. Mahdi | Editor: Ach. Sulaiman

Ikuti berita terkini dari Nusantaranews di Google News, klik di sini.

Related Posts

1 of 3.144