Connect with us

Ekonomi

Pengusaha Mesir Jajaki Peluang Investasi Agrobisnis di Indonesia

Published

on

pengusaha mesir, investasi agrobisnis, agrobisnis, omar tosson, ahmed omar tosson, nusantaranews, nusantara news

Dari kiri ke kanan: Pengusaha Mesir, Ahmad Omar Tosson dan Omar Tosson (k saat bertemu dengan Wakil Ketua Komite Tetap bidang Hubungan Internasional Kadin Sylvie Tomasoa di Jakarta, Selasa (11/2). Pengusaha Mesir tersebut tertarik pada investasi agrobisnis di Indonesia (Foto: Istimewa-KBRI di Mesir)

NUSANTARANEWS.CO, JakartaPengusaha Mesir, Omar Tosson dan Ahmed Omar Tosson mengaku tertarik untuk lakukan investasi agrobisnis di Indonesia. Guna menyeriusi rencana tersebut, mereka berkunjung ke Indonesia selama 8 hari. Dalam lawatan tersebut, sejumlah pertemuan dilakukan termasuk mengecek sejumlah lokasi potensial untuk usahanya tersebut.

Dubes Indonesia untuk Mesir, Helmy Fauzi menjelaskan pemilik perusahaan Damco ini tertarik untuk mengembangkan sektor agroindustri terutama buah dan sayur. Selain membidik pasar domestik, bisnis tersebut juga disebutkan berorientasi ekspor produk pertanian ke pasar Timur Tengah.

“Jadi, kunjungan ke Indonesia lebih untuk mematangkan penjajakan bisnis investasi, penyewaan lahan pertanian dan perkebunan termasuk pembukaan perusahaan ekspor-impor,” kata Dubes Helmy di KBRI Kairo, Kairo, Sabtu (16/2).

Untuk diketahui, Omar Tosson dan Ahmed Omar Tosson merupakan pengusaha yang bergerak di bidang properti. Saat ini, keluarga Tosson memiliki lima perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan properti antara lain Technology Mall dan El Sallab Mall di Nasr City. Dirinya juga memenangkan sejumlah tender proyek pembangunan pasar modern di sejumlah tempat di Mesir.

Dubes Helmy menjelaskan pihak KBRI Cairo menyambut baik keinginan Omar dan Ahmed Tosson berinvestasi ke Indonesia. Untuk itu, pihaknya memfasilitasi sejumlah pertemuan dengan pihak terkait seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin), PT Perkebunan Nusantara III, PT Perkebunan Nusantara VIII, dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). Dan untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang berinvestasi di Indonesia, KBRI Cairo juga mempertemukan mereka dengan jajaran Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan dan Kementerian Luar Negeri.

“Selain mendapat informasi mengenai seluk beluk investasi, kami berharap mereka dapat langsung bertemu dengan partner potensial yang kredibel,” urai Dubes Helmy.

Lebih lanjut, Dubes Helmy berharap lawatan bisnis ini dapat segera ditindaklanjuti. Dijelaskan, model investasi di Indonesia yang diinginkan keluarga Tosson adalah dengan cara mendirikan perusahaan melalui pemanfaatan lahan seluas 10.000 hektar dengan sistem B.O.T (Build-Operate-Transfer). Untuk itu, Dubes Helmy menyarankan agar proyek investasi ini dapat dimulai dengan memanfaatkan lahan seluas 1.000 hektar terlebih dahulu.

“Agar proyek menjadi ekonomis dari segi pembiayaan, sebaiknya proyek ini juga memanfaatkan tenaga ahli dan sumber daya lokal yang ada,” saran Dubes Helmy.

Dalam catatan KBRI Kairo, pada kurun Januari-September 2018, nilai realisasi investasi Mesir di Indonesia sebesar USD 640.900 untuk 6 proyek. Sedangkan, pada periode Januari-Desember 2017, nilai investasi Mesir di Indonesia mencapai USD 822.700 yang terbagi dalam 13 proyek. Sementara, bagi Indonesia, Mesir merupakan salah satu negara sasaran outward investment. Total nilai investasi Indonesia di Mesir yang masih berjalan hingga tahun 2018 mencapai USD 122 juta.

Atase Perdagangan KBRI Kairo, Irman Adi Purwanto Moefthi menambahkan selama di Indonesia, Omar dan Ahmed berhasil melakukan penjajakan serius dengan partner potensial. Disebutkan, mereka tertarik untuk menjajaki kemungkinan menyewa lahan perkebunan, yang kini ditanami karet, milik PTPN VIII di Jalupang, Subang, Jawa Barat. Selain itu, mereka juga tertarik menyewa lahan dan properti milik Skyland City Project di Bandung, yang dapat dikembangkan menjadi area properti dan bisnis pertanian.

“Mereka berencana melakukan feasibility study lebih lanjut, termasuk survei tenaga ahli dari Mesir,” kata Irman.

Selain melihat peluang investasi lahan tanah untuk pertanian seluas 10.000 hektar, Omar dan Ahmed juga menjajaki kemungkinan ekspor dan impor produk Indonesia. Sejumlah produk yang dijajaki untuk diimpor dari Indonesia ke Mesir antara lain udang beku, nenas kaleng, tuna kaleng, kertas, karet dan furniture. Sementara peluang ekspor produk dari Mesir ke Indonesia yang ditawarkan antara lain mangga, delima, jeruk, kurma dan fosfat. Tidak hanya itu, sejumlah potensi kerjasama di sektor properti di Indonesia juga dibicarakan

“Hasil kunjungan ini nantinya akan kami tindaklanjuti dan bahas bersama Omar dan Ahmed sekembalinya mereka dari Indonesia,” tandas Irman.

Pewarta: Eddy Santri
Editor: Almeiji Santoso

Terpopuler