Lintas Nusa

Penganiayaan Ustadz di Cirebon Tak Ada Unsur Kesengajaan

NUSANTARANEWS.CO – Kembali seorang ustadz di Cirebon mendapat perlakukan penganiayaan. Hal ini disampaikan Kapolres Cirebon, Jawa Barat, AKBP Risto Samodra. Risto menegaskan penganiayaan kepada ustadz kali ini tidak ada unsur kesengajaan.

Menurut Risto, saat ini tiga pelaku penganiayaan sudah diamankan pihaknya. Dirinya mengatakan motif penganiayaan karena pelaku dalam kondisi di bawah pengaruh minuman keras dan bukan karena ada hal-hal lain sebagaimana yang ramai diisukan.

“Beberapa waktu yang lalu terjadi kenakalan remaja, yaitu minum-minuman keras dan melakukan perusakan terhadap satu buah salon dan toko,” kata Risto, di Cirebon, Rabu, (28/2/2018).

Usai melakukan perusakan, lanjut Risto, kebetulan ada seseorang yang lewat dan melihat kejadian tersebut saat hendak shalat Subuh berjamaah. Takut aksi mereka diketahui, secara spontan ketiga pelaku berinisial MR (17), Ap (16) dan M (19) itu kemudian melakukan penganiayaan.

“Setelah melakukan perusakan, ternyata ada yang melihat, kemudian tersangka melakukan pemukulan terhadap orang yang melihat itu yang kebetulan akan melaksanakan solat subuh,” tuturnya.

Baca Juga:  Pemda Nunukan Beri Jawaban Atas Pandangan Fraksi Terkait APBD-P 2022

Baca Juga:
Kekerasan Tokoh Agama Marak Terjadi, Pemerintah Beri Perlakuan Berbeda
Polda Jatim Bantah Adanya Aksi Penyerangan Terhadap KH Hakam Mubarok
Ini Kronologis Penyerangan Terhadap Seorang Ulama di Lamongan
Ulama Diserang, Razia Orang Gila Digelar Serentak

“Namun, dipastikan ini tidak terkait sama sekali dengan yang khusus menyerang Ustad, kebetulan yang terkena itu Ustad kemudian jadi viral.”

Sementara itu, orang tua salah satu tersangka penganiayaan, Rohimah (41) dilansir dari Republika, menyatakan bertanggung jawab bahwa anaknya tidak terkait dengan organisasi apa pun, apalagi PKI.

“Saya berani bertanggung jawab bahwa anak saya tidak ikut organisasi apa pun dan juga tidak terkait PKI, namun kejadian ini karena kelalaian saya yang tidak menjaga dengan baik,” katanya.

“Saya sebagai ibu kandung meminta maaf kepada ustaz yang menjadi korban dan juga kepada masyarakat Cirebon, karena kelalaian saya bisa menjadi seperti ini,” ujar Rohimah sambil menyeka air matanya.

Baca Juga:  Tidak Terbukti Spionase 3 WNA Segera Dideportasi Kantor Imigrasi Nunukan

Editor: Romandhon

Related Posts

1 of 1.709