Connect with us

Politik

Pengamat: Pertanyaan KUR Harusnya Jadi Senjata Anies Serang Ahok

Published

on

Dajort, Ahok dan Anies Saat Debat Pilgub. Foto IST
Dajort, Ahok dan Anies Saat Debat Pilgub. Foto Istimewa/nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Analis Politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun, mengungkapkan bahwa pada Debat Cagub-Cawagub DKI Jakarta kemarin, seharusnya Anies Baswedan bisa menyerang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di segmen tanya jawab dengan masyarakat.

Pasalnya, menurut Ubedillah, pada segmen pertanyaan masyarakat terkait program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dikeluhkan oleh masyarakat, Ahok menjawabnya dengan jelas. Ahok mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan dana KUR sebesar Rp1 triliun per tahun, tetapi hanya Rp300 miliar yang digunakan masyarakat.

“Sebenarnya jawaban ini bisa menjadi peluru Anies untuk menyerang balik Ahok bahwa rendahnya daya serap UMKM yang hanya 30% adalah fakta kegagalan atas rumitnya UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) menyerap dana yang tersedia,” ungkapnya kepada wartawan, Jakarta, Kamis (13/4/2017).

Tapi uniknya, Ubedillah mengatakan, serangan balik tersebut tidak dilakukan oleb Anies. Padahal, jika dilakukan, maka itu akan menjadi senjata pamungkas yang bisa digunakan oleh Anies.

Di sisi lain, lanjut Ubedillah, ketika disinggung soal kendala syarat jaminan KUR, Ahok menjawab dengan UMKM hanya diwajibkan membuka rekening, sehingga arus kas keuangan diketahui.

“Itu saratnya ya, bukan jaminan. Keluhan masyarakat tentang syarat jaminan dinilai salah paham oleh Ahok, faktanya masyarakat mengalami kesulitan,” ujarnya.

Sementara itu, Ubedillah menilai, pada pertanyaan seputar hal tersebut, cara Cawagub Sandiaga Uno menjawab pertanyaan dengan menunjukan fakta antusiasme 20.000 warga Jakarta yang ikut program One Kecamatan One Center of Entrepreneurship (OK OCE) terasa memiliki greget.

“Bahkan Sandi menyebut nama penanya ibu Hermawati dengan jelas sebagai bentuk ekspresi spontan tapi detail sang pemimpin mengenal rakyatnya. Ini hal yang belum dilakukan Ahok-Djarot pada sesi sebelumnya. Baru pada sesi berikutnya Ahok-Jarot mulai sebut nama penanya,” katanya. (MD)

Baca Juga:  DP Nol Rupiah: Berita Gembira untuk Prajurit TNI-Polri

Editor: Romandhon

Loading...

Terpopuler