Connect with us

Politik

Pengamat Nilai Pidato Presiden di Kongres XX GMNI Perlu Dicermati

Published

on

Presiden Jokowi saat Pidato di pembukaan Kongres XX GMNI. Foto: Crop by Youtube/ NusantaraNews

NusantaraNews.co, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Pembukaan Kongres XX GMNI di Graha Gubernuran, Manado, Sulawesi Utara, Rabu kemarin (15/11). Dalam kesempatan itu, Presiden mengapresiasi komitmen Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menegakkan Nasionalisme dan Pancasila.

Dalam pidatonya, Jokowi menegaskan, bahwa nasionalisme jadi faktor pengikat ‎dirinya dengan GMNI. “Nasionalisme, itulah yang mengikat saya dengan GMNI,” kata Presiden.

“Saya sampaikan Indonesia itu negara besar. Kita harus menyadarkan semua, negara kita ini negara besar,” kata Jokowi

“Indonesia memiliki 250 juta penduduk, 714 suku, dan 1100 bahasa daerah. Kita Memiliki keanekaragaman budaya adat istiadat bangsa Indonesia,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyinggung bagaimana dirinya berkomitmen membangun infrastruktur, dengan tujuan menyatukan negara Indonesia.

Menyinggung mengenai pesan yang terkandung dalam pidato Presiden, Pengamat Politik dan Peneliti dari Indo Survey & Strategy, Herman Dirgantara, mengatakan bagaimana kuatnya pesan yang disampaikan Presiden di Kongres GMNI ke XX.

“Ini menarik, lagi-lagi Presiden berkomunikasi dengan bahasa yang lugas dan pesannya kuat. Misalnya pengawalan terhadap kebinekaan dan Pancasila. Apalagi ini terhadap mahasiswa, yang dikenal kritis.” kata Herman, ketika dihubungi di Jakarta, Kamis, 16 November 2017.

Herman menambahkan, Presiden memang sudah sepatutnya membangun komunikasi yang kuat tidak hanya di akar rumput, namun juga di kalangan mahasiswa.

“Komunikasi seorang Presiden dengan mahasiswa tentu akan berbeda dibanding dengan ‘grassroot’. Perlu pesan yang lebih konseptual, menggugah dan merefleksikan kesadaran politik. Saya kira, muatan pidato Presiden ini perlu kita cermati.” tutup Herman.

Pewarta/Editor: Ach. Sulaiman

Terpopuler