Connect with us

Hukum

Pengamat: Mereka Tidak Sayang Pada Golkar

Published

on

Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto (Setnov) tengah terbaring sakit di RS Premier Jakarta, sementara kader Golkar sekaligus Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari diciduk KPK. (Foto: Ilustrasi/NusantaraNews)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pengamat politik dari Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti menilai, kasus korupsi yang menjerat sejumlah kader Partai Golkar bukanlah sebuah upaya untuk melemahkan partai berlambang pohon beringin. Seperti diketahui, Partai Golkar saat ini harus kembali sibuk membela ketua umumnya Setya Novanto yang kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait skandal proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik yang merugikan negara sekitar Rp 2,3 triliun.

Sebelumnya, KPK juga menjerat kader Partai Golkar Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari. Kader Golkar berparas jelita ini diciduk KPK karena diduga menerima suap dan gratifikasi terkait izin tambang di provinsi kaya akan migas Kalimantan Timur. Rita saat ini berstatus tahanan KPK.

Namun begitu, Ketua harian DPP Golkar Nurdin Halid bahwa elektabilitas Golkar menurun lebih diakibatkan kasus korupsi e-KTP yang melibatkan Setya Novanto. Kesimpulan Nurdin ini merupakan hasil kajian internal Partai Golkar yang dilakukan Korbid Kajian dan Korbit Hukum & HAM, yang disampaikannya pada Rabu (27/9) lalu.

Ray Rangkuti juga menilai, bahwa salah satu faktor yang menyebabkan ambruknya elektabilitas Golkar adalah sikap elit partai Beringin yang membela mati-matian ketua umumnya.

“Mereka tidak sayang pada Golkar. Jadi mereka terus-menerus menurunkan elektabilitas Partai Golkar hanya karena keinginan untuk membela habis-habisan ketua umum,” kata Ray di Jakarta, Sabtu (11/11/2017).

Menurut Ray, harusnya elit Golkar bersikap legowo dalam menghadapi kasus hukum yang menimpa ketua umumnya tersebut, dan bukan malah justru melakukan perlawanan-perlawanan tanpa mempertimbangkan psikologi publik.

Selain itu, aspek yang juga patut diperhatikan Golkar adalah bagaimana menjelaskan kasus Setnov itu kepada publik yang belakangan menjadi pergunjingan, terutama setelah Setnov memenangkan praperadilan.

Baca Juga:  Setnov Disebut Menekan Miryam Haryani

“Padahal, mereka bisa bersikap legowo saja, terima dan silahkan pertahankan di pengadilan. Dengan cara itu Golkar bisa mendapat simpati, bukan terus melawan, apalagi ada langkah-langkah politik,” papar Ray. (red)

Editor: Eriec Dieda/NusantaraNews

Loading...

Terpopuler