Connect with us

Featured

Pengamat: Kerja sama BIN dan ITB Sangat Strategis untuk Pengembangan Teknologi Intelijen

Published

on

Pengamat intelijen Susaningtyas Kertopati. Foto: Istimewa/Pribadi/ NusantaraNews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pengamat intelijen Susaningtyas Kertopati mengatakan kerja sama Badan Intelijen Negara (BIN) dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) sangat strategis untuk mendorong pengembangan inovasi dan teknologi intelijen.

Seperti diketahui, Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan beserta jajarannya mengunjungi kampus Institut Teknologi Bandung pada Rabu, 31 Januari 2018. Kedatangan kepala BIN ini adalah dalam rangka menjadi pembicara utama dalam kegiatan kuliah umum KU4078 Studium Generale dan penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BIN dan ITB.

Pada kuliah umum tersebut, Kepala BIN menyampaikan pemaparan dengan tema Intelijen: Institusi, Intuisi, dan Inovasi. Kepala BIN memberikan gambaran mengenai perkembangan teknologi di dunia, dan bagaimana teknologi telah menjadi driver utama dari perubahan dunia. BIN sebagai mata dan telinga negara berkewajiban untuk memprediksi, mencegah, mendeteksi, dan merespon perubahan dunia yang berpengaruh terhadap kepentingan nasional dalam berbagai aspek.

Untuk mendukung hal tersebut, BIN tengah membangun kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai institusi pendidikan tinggi terdepan yang mampu menghasilkan inovasi-inovasi teknologi. Melalui kerja sama tersebut, BIN berharap bahwa inovasi-inovasi dari ITB mampu diwujudkan dalam produk-produk intelijen yang mendukung kepentingan nasional.

Menanggapi kunjungan tersebut, Susaningtyas Kertopati, pengamat dunia militer dan intelijen Indonesia, menyampaikan dukungan dan antusiasmenya.

“Kedatangan kepala BIN dan jajarannya ke ITB merupakan suatu langkah yang sangat baik untuk membangun kerja sama antar kedua institusi. Kolaborasi antara BIN dan ITB akan sangat berguna untuk meningkatkan kesiapan kita dalam menghadapi tantangan-tantangan intelijen di masa depan, terutama terkait bidang teknologi,” ujarnya, Jakarta, Jumat (2/2/2018).

Wanita yang akrab disapa Nuning ini menekankan mengenai peran besar teknologi dalam dunia intelijen masa depan. “Ke depan, ancaman terhadap sistem keamanan dan pertahanan negara akan semakin luas. Tantangan tidak lagi hanya tentang intai dan tempur, melainkan juga mengenai intelligence proxy dan dunia cyber (siber),” jelasnya.

Nuning menuturkan bagaimana kolaborasi BIN-ITB akan mampu menciptakan inovasi-inovasi yang berguna di bidang teknologi intelijen, terutama teknologi intelijen siber.

“Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), software, dan hardware, multak diperlukan untuk mendukung kinerja BIN dalam menghadapi tantangan-tantangan di masa yang akan datang. Menurut saya, kolaborasi BIN-ITB merupakan langkah yang sangat strategis untuk menghasilkan inovasi-inovasi teknologi yang berkualitas dan dapat diimplementasikan di BIN. Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas teknologi intelijen, teknologi intelijen siber, dan sumber daya manusia (SDM) BIN,” paparnya.

Nuning berharap terhadap BIN dan ITB mampu berkolaborasi untuk menghasilkan early warning system dan intelligent forecasting system untuk meningkatkan performa BIN sebagai mata dan telinga negara. Pembangunan infrastruktur intelijen siber juga perlu diprioritaskan untuk memperkuat kapasitas BIN, termasuk dalam pengelolaan dan analisis big data.

Pewarta: Eriec Dieda
Editor: Achmad S.

Advertisement
Advertisement

Terpopuler