Connect with us

Politik

Pengamat INDENIS Sebut Mahfud tak Cukup Modal Sosial dan Finansial Jadi Cawapres

Published

on

Mantan Ketua MK, Mahfu MD. Foto via Dakwahmedia

Mahfud MD. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD semakin ramai diperbincangkan publik, lantaran namanya masuk bursa calon wakil presiden Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Direktur Eksekutif Indonesian Democratic Center for Strategic Studies (INDENIS), Girindra Sandino menilai bahwa Mahfud MD belum memiliki modal yang cukup baik secara sosial maupun finansial. Menurut Girinda, seorang tokoh yang ingin tampil menjadi kandidat dalam kontestasi demokrasi yang kelak akan dipilih oleh rakyat harus memiliki modal politik yang terbagi menjadi modal finansial dan modal sosial.

“Adalah penting bagi seseorang maupun partai politik untuk meningkatkan kapasitas finansialnya guna memperbesar modal politik yang dimiliki. Dalam teori persaingan, biaya persaingan berbanding lurus dengan intensitas persaingan,” jelas Girindra seperti dikutip dari keterangan resminya, Sabtu (14/7/2018).

Girindra menegaskan, semakin tinggi dan ketat persaingan maka semakin mahal biaya yang harus dikeluarkan. “Maka tidak dapat dipungkiri modal capital (uang) sangat penting. Terlebih nanti jika berhadapan dengan pesaing yang menjalankan politik agresif, maka biaya yang harus dikeluarkan juga merupakan fungsi dari ‘counter attack’,” katanya.

Terkait dengan modal sosial kata Girindra, kandidat harus memilki atau lebih mengedepankan akumulasi dari kredibilitas, popularitas dan jaringan yang terdapat dalam masyarakat, mininal organisasinya sendiri. Karena legitimasi politik dimiliki ketika seseorang mendapatkan dukungan massif dari masyarakat dan organisasasi kemasyarakatan.

Dalam modal sosial yang harus diperhatikan, lanjutnya, adalah pengakuan, perhatian dan ketenaran dalam masyarakat. “Nah, yang menjadi pertanyaan adalah, apa yang sudah dibangun oleh Mahfud MD dalam dua bentuk modal tadi?,” kata Sekretaris Jendral Serikat Kerakyatan Indonesia (SAKTI) itu.

Jangan sampai, kata dia, Mahfud MD malah membuat resistensi politik struktural dalam organisasinya sendiri dalam hal Nahdlatul Ulama (NU). Pasalnya, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB Jazilul Fawaid menyatakan bahwa diusungnya nama Mahfud MD yang diwacanakan menjadi Cawapres Jokowi tidak merepresentasikan NU secara organisasi maupun para Kyai NU secara pribadi.

Baca Juga:  Fadli Zon Pertanyakan Terkooptasinya Media Mainstream

“Maka dapat disimpulkan, modal politik baik modal finansial maupun modal sosial nihil untuk seorang Mahfud MD,” ungkap Girindra mengakhiri.

Pewarta: M. Yahya Suprabana
Editor: Achmad S.

Loading...

Terpopuler