EkonomiFeatured

Pengamat Ekonomi Sebut Penjualan Jalan Tol Rugikan Masyarakat

NusantaraNews.co, Jakarta – Pengamat Ekonomi Institute Development of Economic and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara mengkhawatirkan rencana pemerintah yang akan menjual infrastruktur yang sudah jadi kepada swasta. Menurutnya dijualnya infrastruktur seperti jalan tol kepada swasta dalam jangka panjang akan merugikan masyarakat.

“Nah itu kan repot, akhirnya nanti kalau konsensinya dijual kepada swasta siapa nanti yang mengatur harga jalan tol,” tanya Bhima, di Jakarta, Kamis (23/11/2017).

“Karena itu nanti penghitungannya sudah murni bisnis. Dalam jangka panjang saya khawatir merugikan masyarakat,” tukasnya.

Bhima menjelaskan jika nanti infrastruktur seperti jalan tol dijual kepada pihak swasta tentu nanti swasta akan mendapatkan keuntungan secepat-cepatnya dalam jangka waktun yang cepat.

“Kalo konsesinya dijual kepada swasta, nanti pasti akan menggunakan itung-itungan bisnis, tentunya keuntungannya akan dikembalikan dengan jangka pendek, secepat-cepatnya,” jelasnya.

Menurut Bhima kejadian tersebut dapat menimbulkan inflasi dan lemahnya daya beli masyarakat. “Itu bisa menimbulkan inflasi, daya beli masyarakat juga akan menurun karena ongkos transportasinya turun,” ujarnya.

Baca Juga:  Cegah Krisis Global Dampak Kenaikan BBM, Gus Fawait: Kawal RAPBD Jatim Jadi APBD 2023

“Itu saya kawatirkan akan terjadi karena yang mengatur soal itu, sekarabg masih belum terlalu detail,” imbuhnya.

Selain itu Bhima mengkritisi ambisi pemerintah dalam pembangunan infrastruktur. Menurutnya ambisi pemerintah tersebut tidak berdampak mlangsung terhadap perbaikan kondisi perekonomian masyarakat.

“Kita lihat tiga tahun terakhir tidak ada perbaikan cukup signifikan,” pungkasnya.

Pewarta: Syaefuddin A
Editor: Achmad Sulaiman

Related Posts

1 of 3