Connect with us

Politik

Pengamat: Bagi Prabowo Kalah Nggak Masalah

Published

on

Cawapres Sandiaga Uno Saat Temui Para Pedagang di Jawa Timur (Foto Dok. Nusantaranews)

Cawapres Sandiaga Uno Saat Temui Para Pedagang di Jawa Timur (Foto Dok. Nusantaranews)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago memiliki penilaian tersendiri terhadap agenda politik pasangan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dimana yang lebih sering tampil dan melakukan kunjungan ke berbagai daerah adalah Sandi ketimbang Prabowo.

Fenomena tersebut, bagi Pangi, tidak bisa dilihat secara normatif saja. Lebih dari itu, kata dia, jarangnya Prabowo tampil di hadapan publik sebagai capres bisa diasumsikan dalam dua perspektif. Pertama, Prabowo masih menganggap waktu penyelenggaraan Pilpres masih panjang, sehingga dibutuhkan strategi yang tepat.

Baca Juga:

Kedua, lanjutnya, karena memang Mantan Danjen Koppasus itu tidak serius dalam memenangi Pilpres. “Asumsi saya bisa saja memang Prabowo tidak serius,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Jakarta, Sabtu (17/11/2018).

Direktur Eksekutif Voxpol Center itu menduga, Prabowo hanya ingin menyelamatkan partai Gerindra di Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2019. Selain itu, kata dia, Prabowo juga melihat survei yang cenderung menampilkan elektabilitasnya yang masih stagnan.

Loading...

Prabowo dan Sandiaga, tambahnya, punya kepentingan masing-masing maju di Pilpres mendatang. Prabowo ingin menyelamatkan Gerindra dan Sandiaga ingin berinvestasi untuk kontestasi politik di 2024 mendatang. Karena itulah, pada persiapan Pilpres 2019, terlihat hanya Sandiaga yang sibuk bersosialisasi.

“Bagi Prabowo, kalah pun enggak masalah. Sandi juga enggak ada beban karena itu adalah modal buat Sandiaga untuk di 2024,” ujarnya.

Baca Juga:  Inovasi dan Pemanfaatan Teknologi Disebut Kunci Pengendalian Inflasi

Menurut Pangi pun wajar jika Partai Demokrat tidak all out ikut memenangkan Prabowo-Sandiaga. Demokrat bahkan lebih mementingkan dan fokus untuk menang di Pileg 2019. Karena alasan itu pula Demokrat berpikir pragmatis dan membebaskan kader-kadernya untuk memilih Prabowo atau Jokowi di Pilpres mendatang.

Begitu juga dengan PAN, lanjut Pangi, sudah menjawab bahwa mereka tidak akan serius di Pilpres, dan justru serius di Pileg.

Pangi berharap, jarang tampilnya Prabowo murni karena menunggu momentum. Prabowo menganggap waktu masih panjang dan sedang merancang strategi yang tepat untuk memenangkan pertarungan. “Ini tidak bagus bagi sistem perpolitikan dan demokrasi di Indonesia,” katanya.

Perihal lebih seringnya Sandi ketimbang Prabowo yang turun ke daerah, cawapres nomor urut 02 ini sempat berdalih bahwa dirinya lebih sering tampil ketimbang Prabowo lantaran dia masih kurang dikenal.

Sementara Prabowo, menurut Sandi, lebih dominan menanggapi isu-isu strategis, sesuai rancangan dan strategi pemenangan di Pilpres 2019 mendatang.

Pewarta: Roby Nirarta
Editor: M. Yahya Suprabana

Loading...

Terpopuler