Connect with us

Mancanegara

Pengadilan Tinggi Hentikan Sidang Kasus Pilot Hantu

Published

on

Pilot Hantu. (FOTO: Dok. Monitor)

Pilot Hantu. (FOTO: Dok. Monitor)

NUSANTARANEWS.CO, Uganda – Persidangan tiga orang yang di antaranya adalah seorang perwira senior UPDF, perihal perekrutan pilot hantu penyebab hilangnya lebih dari Shs2 miliar telah dihentikan.

Diyakini, Kementerian Pertahanan Uganda telah kehilangan uang lebih dari US$ 545.000 atau 2 miliar uang Uganda untuk membayar gaji pilot Rusia fiktif alias pilot hantu helikopter militer Mi-17 dan Mi-24, yang menghabiskan lebih dari 11 tahun untuk gaji tentara.

Bahkan, Pengadilan Tinggi di Kampala juga sudah mengeluarkan perintah sementara untuk menghentikan persidangan salah satu tersangka, Ms Caroline Kyakabale, sampai penetapan kasus utama menantang yurisdiksi Pengadilan Militer Martial untuk mengadilinya ketika dia adalah warga sipil.

Perintah yang dikeluarkan oleh Hakim Lydia Mugambe mengikuti sebuah aplikasi di mana Kyakabale juga mencari perintah untuk membatalkan penuntutan yang sedang berlangsung di hadapan pengadilan militer.

Mantan manajer sumber daya manusia yang bertanggung jawab atas personil sipil di kementerian Pertahanan yaitu Ms Kyakabale bersama-sama didakwa dengan seorang perwira angkatan udara UPDF Maj Kapalaga Lubega serta istrinya Evas Lubega Twinomugisha.

Sunday Monitor melaporkan pada tahun 2016, kementerian pertahanan telah membayar setidaknya $ 618.000 (sekitar Shs2, 07 miliar) dalam gaji bulanan dan $120.000 lainnya (sekitar Shs402 juta) sebagai persenan kepada pilot hantu-sekaligus-instruktur Mi17 dan helikopter tempur Mi24.

Penuntutan menuduh bahwa antara Oktober 2005 dan Januari 2016, Maj Lubega, Ms Twinomugisha dan Ms Kyakabale dan lainnya masih bebas menyebabkan Kementerian Pertahanan menandatangani kontrak kerja dengan pilot yang tidak ada yang konon adalah seorang Rusia dengan nama Valerie Ketrisk.

Loading...

Negara lebih lanjut menuduh selama periode yang sama, ketiganya secara curang menerima uang yang dibayarkan melalui Barclays Bank di akun dalam berbagai jumlah total sebesar Shs2m sebagai gaji yang diakui untuk Ketrisk.

Jaksa penuntut, Letnan Kolonel Raphael Mugisha, telah mengkonfirmasi penerimaan perintah tersebut baru-baru ini, dan mengatakan bahwa itu adalah kepentingan keadilan bagi mereka untuk menunggu. (monitor/nn)

Editor: Achmad S.

Terpopuler